psikosomatis

Sekali lagi aku mengagumi maha karya sang khalik. Betapa jasad yang menampung ruh kita ini diciptakan dengan sedemikian oke-nya dan tetap sulit ditandingi kompleksitasnya.

Beberapa hari yang lalu aku mengalami diare….Yah, ini penyakit langganan yang kadang sering jadi bahan cela’an teman-temanku –penyakit ‘gak elit lah, penyakit orang susah lah….Yah, aku ambil sisi positifnya saja. Masih untung diare, obatnya cuma teh pahit dan oralit –murah dan mudah didapat. Coba kalau kanker…bisa-bisa menimbulkan komplikasi “kanker” yang lain alias kantong-kering.

Seperti biasa, muncul rasa ingin tahu dan jiwa penelitiku. Apakah gerangan pemicu penyakit yang membuat aku harus mondar mandir ke toilet berkali-kali ini? Kuingat-ingat lagi apa yang kumakan malam sebelumnya…..kerang rebus dan kopi susu. Well, mungkin paduan menu itu tidak terlalu tepat, tapi pada saat itu aku ‘ngebet sekali –maklum kopi Aceh…siapa yang tahan godaannya. Maka terjadilah kombinasi menu yang agak aneh tersebut. Analisaku langsung menyimpulkan, mungkin itu penyebabnya.

Tapi memang aku kadang suka sok penasaran…masa’ iya sih? Aku ini terkenal sebagai pemakan segala, dan sistem pencernaanku punya adjusting mechanism yang sangat dahsyat sehingga deraan menu yang aneh-aneh pun jarang menimbulkan dampak yang sedemikian. So, kuputuskan untuk mencoba kembali kombinasi menu yang sama keesokan malamnya. Bukankah kalau sampling dalam penelitian harus dilakukan dua atau tiga kali (baca: duplo atau triplo)? Maka, kusantap lagi satu posi kerang rebus dan satu gelas kopi susu. Kutunggu dengan sabar apa yang terjadi. Ternyata, Alhamdulillah, peristiwa bolak-mandir itu tak terjadi lagi. Wah…gugur dong thesisku tentang kerang-kopasus-penyebab-diare tersebut. Masih penasaran, kucoba lagi keesokan malamnya –kerang-kopi-pake-susu sebagai menu makan malam…….Tidak terjadi apa-apa. Jadi, apa gerangan ya?

Dan hari ini, kurasakan kembali rasa mules yang sama, walaupun itu tidak berlanjut sampai ke toilet. Kupikir kembali apa yang kumakan dan kuminum. Dan hari ini, aku makan dan minum senormalnya…nasi, sup daging dan jus. Kemungkinan besar bukan itu penyebabnya.

Tiba-tiba ingatanku kembali ke masa-masa lalu, ke saat-saat aku mengalami rasa mules dan murus-murus. Ingatanku kembali ke ruang sidang ujian skripsi, ingatanku kembali ke saat aku jatuh cinta untuk pertama kalinya, ingatanku kembali ke saat pertama aku menjadi pemakalah di forum internasional. Aha…..Eureka!!!! Bagaikan Archimedes dan Newton yang baru menemukan arti dari fenomena yang mereka alami, langsung kukembalikan ingatanku kepada apa yang kualami beberapa hari terakhir ini.

Banyak sekali yang kualami yang melibatkan berbagai macam emosi dan rasa. Sama sekali bukan sesuatu yang physical. Kecemasan, kekhawatiran, jatuh cinta, patah hati, kehilangan, kebersyukuran……kembali lagi ke kekhawatiran, kecemasan, kepasrahan….itu semua yang kualami. Kalau ini iklan permen, pasti laku keras…sejuta rasa dalam satu paket! Kombinasi dan intensitas perasaan semacam itu pula lah yang kualami hari ini. Masa depan suatu movement sedang mulai digariskan hari ini, semoga.

Tersadar aku betapa dahsyat mesin yang diciptakan oleh the Almighty ini –the what so called human body. Bagaimana bisa suatu input yang sifatnya emosional bisa mengeluarkan ouput yang physical. Dan outputnya pun tidak harus selalu dalam bentuk mencr*t seperti yang kualami, bisa saja pusing, kram, dll. Dan keluarannya pun bisa seperti yang kualami –kadang-kadang saja, terbatas pada suatu kondisi emosional yang sangat intens dan sesaat– ataupun yang kronis….bahkan akut. Ruarrrrr biasa, ‘kan?

Kembali, tercerahkan aku hari ini.

1 Comment

  1. duh dahsyatnya..

    mbak yaya bener nih.. ketidakseimbangan pikiran dan perasaan bakal mengganggu sistem tubuh/homeostasis.

    dalam kondisi normal kita bisa aja tahan sama bakteri tertentu, dalam kondisi stress, jadi mendadak lemah..

    variabel pengganggu utamanya bukan si bakteri makanan lagi.. tapi sesuatu yang lebih susah dikendalikan: pikiran & perasaan.. alias qolbu.

    kalau aku bukan mencr*t, tapi jerawat. kecenderungan jerawatan dari dulu.. kalo lagi sentress, mo terapi clyndamycin, tretinoin, gak makan yang lemak2, segala macem apapun tetep gak mempan.

    kalo lagi hepi, lagi jato cinta, nggak diapa2in, makan kacang, coklat sembarangan… juga tau2 ilang…hihihi..

    betapa mahalnya ketenangan qolbu, sang antibodi yang maha dahsyat itu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s