pps

Suatu sore, ada yang bertanya padaku apakah saat ini aku mengalami post power syndrome. Dua detik terdiam aku dan berpikir…apa iya aku mengalami pps??? Kujawab…mungkin –karena aku sendiri tidak tau persis apa indikator dari post power syndrome.

Keluar dari komunitas dimana aku selama tujuh tahun lebih belajar menyusun bata demi bata untuk membangun bangunan mimpi tentang dunia yang lebih baik tentu saja bukanlah hal yang mudah, especially when there’s still unfulfilled dream. Tapi ini adalah pilihan hidup. Dan menetapkan pilihan adalah the essence of life.

Menetapkan pilihan adalah juga politik. Personal is political. Memilih untuk tidak memilih adalah politik. Memilih untuk bermain diantara pilihan-pilihan yang ada pun politik. Tidak ada yang salah, tidak ada yang benar. Tergantung tujuan kita. Dalam politik, kata orang, yang abadi hanyalah kepentingan. At the end of the road, bagiku, pelajaran yang paling utama adalah pelajaran tentang mengenal lebih dalam orang-orang yang kukenal, memahami cara berpikir mereka, dan belajar how people do politics.

Kembali ke soal pps….nampaknya aku harus lebih merefleksikan kembali apa yang sedang kulakukan saat ini. Seperti kata temanku, terkadang niat baik dan hal-hal yang kita pikir baik kita lakukan tidaklah cukup. We deal with h-u-m-a-n….God’s most complex creature. Antara aksi dan reaksi terkadang tidak nyambung…..ada persepsi, opini, dan lain-lain yang tersimpan rapi di dalam backmind memori kita yang outputnya sering tak terduga.

Taking some distance…mungkin itu yang akan kulakukan. Doing things that are totally different. Mungkin akan ada problem dengan ekspektasi yang sudah terlanjur dilontarkan, but we can not make everybody happy. The least I can do is making sure that I have peace of mind and making myself happy. Seperti yang pernah kubilang pada seorang temanku (ha..ha..ha…look who’s talking!! itulah ganjaran bagi orang-orang yg suka sok menasehati –kena tulah dari omongan sendiri) –life is just too short to be wasted with misery you created to yourself.

1 Comment

  1. pps? ah… masa sih mbak…. 🙂
    nggak percaya deh kalo mbak yaya masuk dalam wilayah yang “selalu” dialami oleh yang telah terlalu menikmati dunianya…

    ==========
    setapak
    melangkah
    ikut nurani

    selangkah
    menapak
    jalani mimpi

    setapak selangkah
    melangkah menapak
    :benarkah nurani mimpi-ku?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s