berhiber

BERHIBER adalah slogan kota Bandung, yaitu kependekan dari Bersih, Hijau dan Berbunga. Aku nggak tau entah itu memang cita-cita pemerintah daerah kota Bandung atau hanya sekedar ikut trend bikin slogan untuk kota-kota seperti yang sering terjadi di awal-awal tahun 1990-an. Yang jelas sejak pertama kali aku menginjakkan kaki di Bandung beberapa belas tahun yang lalu hingga kemarin saat aku berkunjung kesana kata BERHIBER itu tidak pernah menjadi kenyataan.

Aku takjub melihat kota Bandung sekarang. Dulu, walaupun tidak terlalu hijau, masih banyak kita jumpai pohon-pohon besar dan rindang, terutama di daerah Dago bawah. Tapi sekarang, pemandangannya sungguh berbeda. Entah dari mana inpsirasinya, tiba-tiba melintang jalan layang beton melintasi Jalan Juanda (atau lebih ngetop sebagi Jalan Dago). Sama sekali nggak match dengan image Bandung yang sudah terlanjur menempel di kepalaku sebagai kota pelajar dan tempat tinggal yang rimbun, sejuk, penuh bangunan tua peninggalan jaman Belanda. Seolah-olah Bandung yang sekarang ingin diwujudkan (entah oleh siapa) adalah Bandung yang metropolis. Mungkin jalan layang itu corner stone untuk memulainya.

Bagi orang yang hanya sekali-sekali menginjakkan kaki di Bandung dijamin akan selalu kebingungan menemukan jalan-jalan di Bandung yang sering berubah. Sekarang banyak sekali jalan yang satu arah. Dulu sih memang sudah banyak jalan di Badnung yang satu arah. Sekarang…..bahkan lebih banyak lagi. Perubahan yang semula dimaksudkan untuk mengurangi kemacetan ini ternyata tidak memecahkan masalah, terutama pada saat weekend dimana banyak orang Jakarta yang saking stressnya rela menghabiskan berjam-jam di jalan dan bermacet-macet ria di Bandung demi bersantai hi..hi..hi…(Blame on the Jakartans!!).

Belum lagi banyak rumah-rumah tua yang sekarang sudah berubah bentuk –dimodernisasi– menjadi rumah-rumah bergaya arsitektur terkini, postmo, yang ujung-ujungnya dijadikan factory outlet (baca: tempat belanja para pemuja merk yang ingin bayar lebih murah he..he..he..). Kalau di tahun 1980-an jalan Cihampleas jadi tempat yang wajib hukumnya untuk didatangi oleh orang-orang non-Bandungers, sekarang bertebaran ef-o yang bisa jadi pemuas hasrat belanja. Masih ingat aku di awal 90-an baru ada satu-dua ef-o di Bandung yang sering dijadikan rujukan sebagai tempat belanja yang ‘cool’. Trend per-ef-o-an ini pun kemudian menyebar ke Jakarta dan kota-kota lainnya, seperti Bogor.

Bandung sekarang juga tidak sedingin dulu. Kalau ini aku tak tau apa penyebabnya. Mungkin penduduknya yang sudah terlalu padat, mungkin juga sudah terjadi perubahan iklim lokal akibat efek rumah kaca setempat yang dipicu polusi udara. Lokasi Bandung yang berada di cekungan bisa jadi berpengaruh mempercepat terjadinya hal tersebut…who knows…

Tapi despite all those things, ada satu hal yang selalu membuat aku kagum kepada Bandung. Diakui atau tidak, suka atau tidak, Bandung sering menjadi trend setter. Entah itu musik, fashion, makanan, shopping-style, atau pun club-club hobby. Seperti malam minggu yang lalu, di sepanjang Jalan Dago kulihat berderet vespa-vespa dengan berbagai warna dan lukisan-lukisan semacam mural. Satu diantara vespa gaul tersebut terpampang sanduk kecil bertuliskan nama club atau perkumpulan penggemar vespa tersebut. Anak-anak Bandung memang dikenal kreatif dan ekspresif dan hal ini didukung juga dengan banyaknya tempat-tempat nongkrong anak muda sebagai tempat mereka menyalurkan bakatnya.

Bandung, memang hebring euy!

2 Comments

  1. sabtu-minggu kmrn g kebetulan ke bdg.g sempet bingung,krn ada slogan segede gajah di perempatan dago-cikapayang,tp bukan berhiber!skrg ‘bandung bermartabat’.begitulah bunyinya,tp singkatannya g lupa.btw…wlpun berhiber itu pake kaidah breng-breng-gedumbreng,seinget g slogan itu adl salah satu yg memicu kota2 lain utk bikin slogan dgn bunyi2 yg pd akhirnya lbh ‘enak’ ketimbang berhiber itu sendiri.(kenapa ga BERIBU ya…BERsih,hIjau,berBUnga…)
    anyway….mmg bdg skrg lbh macet,lbh panas,pohon teduh yg umurnya nyaris seabad jg dah mulai berkurang (salah sendiri,regenerasi pohonnya telat seeehhh….),FO dimana2 (a/n PAD?hhhh….cape deh),rasanya smua org bdg jadi jualan..apapun namanya (FO,warung,kios,toko,pasar,dsb),angkutan umum jg ga meningkat kualitasnya,tp dgn segala keruwetan itu,g tetep msh merasa bakalan lbh nyaman tinggal di bdg….hiehiehie….abis,dr lahir sampe melahirkan g di bdg teruuussss,n rasanya rmh emak g di bdg kok dingin2 aja tuuhhh….heuheu….keep bandung beautiful euy…(whatever it means….)

  2. Bandung BERHIBER ?
    Bersih , hijau, Ber-hiber…
    Kan breng-breng gedumbreng….he..he..
    Tapi, Bandung emang “kiblat” trend-setter bowww….
    Selain itu, kota yang enak untuk tidddduuuuurrr pulazzzzz….adem banget , terutama di kost lu Cisitu Pu…zzz…zzz…zzz..
    Hidup PERSIB !! (????)
    ^_^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s