marhabban yaa ramadhan

Beberapa hari lagi kita memasuki bulan Ramadhan. Bagi yang beriman dan bertaqwa secara pragmatis atau bagi yang berjiwa dagang, bulan ini adalah bulan yang sangat dinanti-nanti karena di bulan ini lah pintu ampunan, pintu rahmat dan pintu keselamatan dibuka selebar-lebarnya oleh Tuhan. Bagi orang-orang seperti itu, ini lah kesempatan untuk sin-laundering (pencucian dosa). Ini juga kesempatan untuk setidaknya menyeimbangkan neraca dosa-pahala yang selama ini timpang dan defisit (keberatan dosanya bow…). Makanya, jangan menggerutu bila melihat pengemis dan peminta-minta…mereka lah penolong dalam menyeimbangkan defisit neracamu dan yang memungkinkanmu melakukan business as usual di bulan-bulan lainnya…itu pun kalau kamu percaya dengan persepsimu tentang dosa dan pahala…surga dan neraka…dan Tuhan sebagai saudagar besar.

Bagi yang berhobby kuliner atau yang termasuk geng pencicip (seperti aku contohnya), ini lah kesempatan mengobati kerinduan akan penganan yang kadang cuma ada dan dibuat di bulan Ramadhan. Dulu almarhumah nenekku sering membuat kue ketan srikaya yang menurut beliau adalah kue raja-raja. Tradisi ini kemudian dilanjutkan oleh ibuku dan jadi hidangan pada saat berbuka puasa. Bulan puasa bagiku adalah juga bulan es blewah. Entah kenapa, selain bulan puasa jarang sekali aku berkeinginan menikmati es blewah.

Bagi yang fashionable bulan puasa adalah bulan persiapan menjelang Lebaran. Sehingga fokus mereka bukan Ramadhannya itu sendiri, tapi Lebarannya. Sejak awal bulan, biasanya mereka-mereka ini sudah sibuk hunting majalah mode, bahan/kain, trend model baju, mukena sampai tukang jahitnya. Kalau nggak di awal bulan, takut udah nggak dapat penjahit yang bagus lagi, karena mereka biasanya sudah kebanjiran order. ‘Kan eman-eman, kain bagus kalau dijahit oleh penjahit sembarangan ;p

Bagi yang beriman dan bertaqwa secara substansial (ehmmm…) bulan Ramadhan adalah bulan refleksi, sejauh mana sebenarnya kita telah mendeviasikan diri dari jalan Tuhan yang konon lurus itu (jadi ingat film seri Highway to Heaven jaman dahulu…disitu diibaratkan jalan Tuhan memang seperti jalan tol yang lurus…). Dan of course, kemudian bagaimana mengembalikan sudut deviasi itu menjadi nol derajat alias berpindah kembali ke arah yang benar.

Terlepas apa pun anggapan kita terhadap Ramadhan (diakui/tidak, disadari/tidak) ada kontradiksi besar yang terjadi saat Ramadhan. Puasa seharusnya adalah suatu ibadah yang bertujuan menahan hawa nafsu (kata ulama-ulama yang sering ceramah di masjid) atau keinginan, dalam bahasa sederhananya. Seharusnya ada perubahan tata konsumsi yang terjadi di bulan Ramadhan bila dibandingkan dengan bulan-bulan lainnya. Dan memang terjadi perubahan tata konsumsi pada bulan Ramadhan, tapi justru meningkat instead of menurun. Indikator sederhananya, coba kita hitung berapa pengeluaran finansial kita pada bulan-bulan biasa…bandingkan dengan pengeluaran di bulan Ramadhan…..see??? Disini puasa menjadi kehilangan substansinya…menurutku.

Terlepas pula dari sukses tidaknya kita menjalankan puasa –berdasarkan parameter kita masing-masing 🙂 dan yang kemudian sebenarnya menentukan layak atau tidaknya kita memperingatinya, lebaran juga saat yang sangat dinanti-nanti dan diraya-rayakan. Tidak terkecuali aku. Sudah tiga lebaran terlewatkan olehku…(agak senasib dengan anaknya bang Toyib yang bapaknya nggak pulang-pulang selama 3 lebaran hahaha…) akibat satu dan lain hal. Oleh karenanya, resolusiku untuk kali ini, aku ingin memperingati lebaran dengan baik dan benar…yang tentu saja harus diawali dengan ibadah yang baik dan benar pula. Semoga.

2 Comments

  1. pu…gw ngerasa sedikit tersinggung neh ….
    sbg pedagang K-5 alias kaki lima…stresss loe pu !!!
    Profit loe bulan ini dipotong yeeee….. kirim ke papa caycay…^_^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s