perempuan konsumen, sudah cerdas dan kritis kah kita?

Selama ini peran perempuan di dalam tata konsumsi jarang sekali dikaji. Padahal, perempuan memegang peran penting di dalamnya. Paling tidak kaum perempuan memegang 2 peran strategis di dalam tata konsumsi produk, yaitu sebagai konsumen langsung dan sebagai influencer (yang mempengaruhi), atau bahkan decision maker (penentu) dalam menentukan produk apa yang akan dikonsumsi di tingkat keluarga. Coba cek, siapa anggota keluarga kita yang menentukan sabun, odol, shampoo apa yang dibeli, minyak goreng apa yang dipakai, beras apa yang dimakan, dll?

Kapitalisme global juga telah demikian cerdasnya mentargetkan kaum perempuan sebagai sasaran utama pemasaran produknya dengan menggunakan ide-ide yang irasional melalui strategi iklan yang intensif yang langsung mengintervensi sampai ke ruang-ruang duduk keluarga. Seiring dengan perkembangan ekonomi dan kebudayaan, terjadi pula perubahan tata konsumsi yang cepat dan massif yang secara langsung maupun tidak langsung juga telah menyebabkan terjadinya perubahan sistem produksi dan pemanfaatan aset-aset alam di kampung-kampung.  Ekstraksi kekayaan alam secara massif dan destruktif adalah dampak langsung dari upaya pemenuhan demand dari pasar, yang notabene diciptakan melalui ide-ide irasional yang ditanamkan ke dalam mindset konsumen, termasuk kaum perempuan. Mungkin kita masih ingat bagaimana industri rokok menunggangi agenda gerakan awal feminisme di Amerika Serikat, misalnya, dengan ‘menjual’ gagasan/ide irasional bahwa perempuan merokok sama dengan feminis.

Perempuan konsumen harus dibuka wawasannya bahwa pilihannya atas suatu produk tertentu akan sangat menentukan nasib jutaan perempuan-perempuan lainnya yang bekerja di pabrik-pabrik, perkebunan-perkebunan, dan pusat-pusat produksi lainnya. Sebagaimana sering diucapkan, what is personal is also political. Oleh karena itu, kita sebagai perempuan konsumen juga harus aware  dengan kondisi yang ada dan melakukan tindakan, bisa dimulai dari hal-hal yang sangat dekat dengan keseharian kita, misalnya bagaimana menjadi konsumen yang cerdas dan kritis.

…you may do small things, but you shall think big…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s