bloody statistics

Oktober 2005. Luka ringan, 17. Luka berat, 27. Meninggal dunia, 31. Demikian yang tercantum di satu papan kecil yang tak menyolok yang tergantung di atas peron Stasiun Bogor. Angka-angka tersebut menunjukkan jumlah manusia…ya, MANUSIA, yang mengalami kecelakaan kereta api. Dan yang tercantum itu hanyalah korban kecelakaan KA jurusan Jakarta-Bogor, dan hanya menunjukkan data bulan Oktober 2005. Bagaimana dengan bulan-bulan berikutnya? Bagaimana dengan jalur-jalur lainnya? Berapa orang yang harus menjadi korban per tahunnya?

Sekali lagi aku dan temanku merasa miris melihat kenyataan semacam ini. Nampaknya semakin lama, apa pun di republik ini menjadi semakin tak berharga. Bahkan nyawa. Mereka –para korban itu– hanya menjadi deretan angka-angka statistik yang dituliskan di buku-buku laporan tahunan departemen-departemen pemerintah. Mereka –para korban itu– cuma jadi angka-angka statistik yang diucapkan tanpa beban, faceless figure, yang sedikit pun tak menggugah upaya-upaya perbaikan. Dan besok, commuters yang tinggal di kota-kota satelit Jakarta kembali harus saling sikut, berdesakan seperti sarden, dan mungkin berdoa semoga mereka tidak menjadi bagian dari angka-angka statistik tersebut.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s