bencana bukan takdir

Kesadaran akan ruang dan waktu nampaknya memang belum mendarah daging di dalam benak kita sebagai orang Indonesia. Lihatlah beberapa fakta berikut. Kepulauan Nusantara berada di deretan pegunungan berapi paling aktif di dunia, yang dikenal sebagai Ring of Fire. Kurang sangar? Baca yang berikut. Kepulauan Nusantara secara geografis juga berada di pertemuan 3 lempeng bumi, dan patahan Sunda merupakan salah satu patahan bumi yang memiliki kecepatan gerak yang tercepat, yaitu rata-rata 45 milimeter per tahun. Patahan Sunda juga merupakan salah satu patahan bumi yang mampu menimbulkan gempa dengan kekuatan 9 skala Richter atau lebih. Sebagai gambaran, gempa di dasar Laut Andaman yang mengakibatkan tsunami di Aceh memiliki kekuatan 9,3 skala Richter, dan gempa Nias memiliki kekuatan 8,7 skala Richter.

Dan bencana memang bukan takdir. Keberadaan kita di Nusantara yang sangat dinamis ini memang sesuatu yang given. Berada di dalam kondisi yang rentan juga mungkin adalah hal yang given juga. Tetapi bencana bukanlah sesuatu yang given, bukan takdir. Tingkat kerentanan bisa diturunkan jika dan hanya jika kita memahami benar apa yang dimaksud kerentanan, apa yang menyebabkan kita berada di dalam kerentanan, sehingga sebagai makhluk yang dikaruniai akal kita seharusnya bisa berpikir bagaimana menghadapi kerentanan tersebut sehingga bencana tidak terjadi.

Menurut majalah Time terbaru, kota Padang (beserta masyarakatnya) merupakan kota yang berada dalam kerentanan akibat gerakan lempeng bumi yang belum mau beristirahat. Sekarang kutanya, tahukah kita apa yang harus kita lakukan seandainya
ada gempa? Lari keluar rumah? Lari ke bawah meja? Atau kemana?
Bagaimana bila kita berada di gedung yang tinggi? Hanya kesiapsiagaan yang bisa mencegah terjadinya jumlah korban yang sedemikian besar, seperti yang sudah terjadi di Aceh dan Nias. Bukan menakut-nakuti, namun sudah saatnya kita –dengan fasilitasi dari negara– berpikir dan bersikap sebagaimana harusnya masyarakat yang tinggal di tempat yang rentan bencana berpikir dan bersikap.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s