we-ha

"Tau nggak, WH lagi sweeping di rex. Menyeramkan, untung loe lagi nggak ada". Itu bunyi sms yang kuterima menjelang tengah malam ini dari seorang temanku di Banda Aceh. Rex adalah pusat jajanan di pusat kota Banda Aceh dimana banyak orang berkumpul, baik untuk makan atau hanya sekedar kongkow-kongkow saja. Dan WH –singkatan dari Waliyatul Hisbah atau disebut juga Polisi Syariah– menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan di Serambi Mekkah, dimana diberlakukan Hukum Syariah (Hukum Islam). Malam tadi, para WH –yg notabene laki-laki semua– "menangkapi" perempuan-perempuan yang tidak menutup auratnya (baca: tidak memakai kerudung). Mereka digiring dan dibawa ke kantor WH dan diinterogasi –seperti pelaku tindak kriminal.

Sejak diterapkannya hukuman cambuk bagi para pelanggar hukum syariah, WH kemudian memang menjadi ‘momok’ yang cukup menyeramkan. Bulan lalu, misalnya, di Banda Aceh sepasang muda-mudi dikenakan hukuman cambuk karena ketauan berpacaran. Masih belum hilang dari ingatan, tahun lalu di Bireun, dilakukan hukuman cambuk untuk pertama kalinya terhadap beberapa orang yang ketahuan berjudi.

Terlepas dari niat baik di belakang pemberlakukan hukum syariah ini, kalau memang ada, hukum syariah hanya mengatur hal-hal seputar judi, khamr (minuman beralkohol), zina, menutup aurat, dan hal-hal lain yang menurutku merupakan wilayah pribadi. Wilayah ini menurutku merupakan wilayah ‘hablum minallah’ atau hubungan  dengan Yang di Atas, yang pertanggungan jawabnya ada diantara si hamba dengan penciptanya. Dan oleh karenanya tidak perlu diatur-atur oleh orang lain, apalagi oleh pemerintah.

Sementara itu, Wali Syariah tidak (atau belum??) mengatur hal-hal yang berada di wilayah ‘hablum minannas’ yang menurutku lebih penting untuk diatur, yang menyangkut hajat hidup dan nasib orang banyak. Korupsi misalnya. Apakah syariah Islam tidak mengatur soal-soal korupsi? Atau para pembuat hukum syariah baru ‘berani’nya mengatur hal-hal yang bersifat non-struktural? Seperti berita-berita penangkapan koruptor yang sering kita dengar dan baca di berbagai media massa –cuma kroco-kroco yang ditangkap?

Kembali pertanyaanku hanya tergantung di udara dan hanya Tuhan yang tahu jawabannya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s