sekali lagi ruu app

[satu komentar saya di suatu blog yg membahas RUU APP]

Kalau saya melihat, skeptisme masyarakat terhadap RUU APP juga dilatarbelakangi oleh kekhawatiran dari implementasinya nanti ke depan. Seperti juga UU lainnya yang sudah disahkan negara, RUU APP ini membuka ruang yang sangat LUAAAAASSSS sekali untuk terjadinya abuse of power dan korupsi. Ujung-ujungnya bisa ditebak, yang akan digaruk cuma yg kroco-kroco, tapi kakap-kakap yg terlibat dalam bisnis per-porno-an akan lolos. Sudah menjadi rahasia umum bahwa banyak bisnis jorok dan kotor itu kan mainannya pejabat publik dan aparatus negara yg notabene juga jadi pihak yg mensahkan berbagai produk perundangan di republik sontoloyo ini. Dan mainan ini sudah bukan lagi ulah “oknum” sebagaimana yg selalu dijadikan kambing hitam mereka2 yg tertuduh, tapi sudah merupakan suatu operasi yg terinstitusional, terstruktur dan sistematis. Mungkin para kriminolog perlu juga membuat analisa dan bicara di forum ini.

Semua orang juga tau siapa sih biangnya bandar narkoba, bandar judi, bandar VCD porno, bandarnya traficking, dllsbgnya itu. Dan semua orang juga tau bahwa mereka juga berperan menjadi ATM-nya elit politik dan aparat negara (sipil dan militer). Bukan rahasia lagi kalau petugas di lapangan itu harus setor kepada atasannya dan atasannya harus setor ke atasannya lagi yg lebih tinggi dst. Btw lagi, bisnis-bisnis kayak begituan bukanlah bisnis ecek-ecek dan hanya yg bermodal kuatlah yg mampu melanggengkan bisnisnya dan sekaligus secara setia menjadi penyetor tetap para elit tersebut. Karena apa? karena memang demikianlah how doing business di Indonesia. No setoran, no business, even binis yg “halal” sekalipun.

Kalau saya sih, yg harus dituntut oleh masyarakat itu sebaiknya penghentian sementara pembuatan UU apapun, sebelum mental korup dari para penegak aturan tersebut menjadi baik dan dapat dipercaya. Jangan muluk-muluk lah pemerintah itu…mereka bisa menegakkan secara benar dan konsisten semua peraturan yg saat ini ada pun sudah lebih dari cukup, nggak usah lah sok-sok-an bikin aturan baru dulu. Karena, aturan apapun kemudian pada akhirnya hanya jadi alat untuk korupsi tanpa ada perubahan substansial terhadap kondisi bobroknya moral masyarakat (sebagaimana yg dijadikan alasan promotor RUU ini). Saya berani taruhan, kalau pun misalnya RUU APP ini disahkan, moral masyarakat tidak akan membaik. Karena apa? karena para pemimpinnya tidak memberikan contoh yg baik pula, dan itu dipertontonkan secara telanjang tanpa malu2 setiap hari kepada warganya.

Lagian, penghentian sementara pembuatan UU akan menghemat anggaran belanja negara (yg bisa dipakai untuk meningkatkan pelayanan kesehatan, pendidikan, perbaikan gizi balita, memberantas flu burung, dll) karena anggota DPR bisa kita minta dengan hormat untuk pensiun saja, daripada berantem melulu dan membuat UU yang cuma membuat keresahan dan memuluskan terjual habisnya aset-aset bangsa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s