don’t push your luck

Dompet. Benda yang satu ini sering menimbulkan permasalahan sendiri buatku. Mungkin bukan salah dompetnya. Mungkin aku dan dompet memang dua hal yang tidak compatible (hehehe…mencari pembenaran).

Sejak pertama kali aku memakai dompet di masa SMP (ketika aku mulai diberi uang jajan secara mingguan oleh ibuku), sangat jarang aku memiliki record mempertahankan satu dompet selama lebih dari satu tahun. Padahal aku belum pernah kecopetan satu kali pun (naudzubillahi min dzallik). Semua dompet yang pernah mampir di kehidupanku itu raib, hilang, atau tertinggal entah dimana. Maklum aku agak sedikit punya bakat pelupa. Kalo tu kepala enggak nempel, pasti udah ketinggalan dimana (itu kata temanku yang udah hafal dengan bakat pelupaku). Slordeh, kata ibuku (btw, bener nggak sih tulisannya?).

Salah satu hal yang paling mengesalkan ketika kehilangan dompet adalah kita harus mengurus berbagai kartu-kartu, seperti KTP, ATM, dan kartu kredit (yang nggak pernah kupakai –punya satu hanya untuk jaga-jaga saja). Saking sebelnya aku pada diriku sendiri, aku memutuskan untuk tidak ber-KTP selama lebih dari satu tahun (dan itu bukan kejadian sekali seumur hidup, btw, sampai pak RT di tempatku bertanya-tanya kenapa aku sering sekali mengurus KTP baru). Termasuk tidak mengurus kembali ATM dan kartu kreditku. Jadi, believe it or not, pada masa itu setiap bulan aku harus ke bank mengambil uang dengan buku tabungan. Ini kujalani selama kurang lebih 2 tahun. Ada untungnya, aku jadi sangat hemat dan less consuming.

Biasanya, sehabis berduka cita kehilangan dompet, aku bersumpah tidak akan memakai dompet lagi. Maka yang terjadi adalah uangku akan berceceran dimana-mana dan kartu-kartu bergelatakan saja di dalam kantong tas atau ranselku. Tak tahan dengan keterceceran ini, kuputuskan untuk memiliki kantong ajaib saja, instead of dompet. Di dalam kantong ajaib ini lah (dompet yang segede gaban, kata temanku) kusimpan mulai dari duit recehan, buku tabungan, kuitansi dan bon-bon, sampai handphone. Dan si kantong tak mungkin hilang, karena dia tak pernah beranjak dari dalam tasku, tidak seperti dompet yang karena bentuknya yg kecil menggodaku untuk menentengnya kemana-mana.

Tapi seperti biasa juga, setelah masa berduka selesai, kembali timbul godaan untuk memiliki dompet kembali –disertai dengan berbagai janji kepada diri sendiri untuk tidak menggelatakkan dompet (dan benda-benda lain juga sebenarnya =P) di sembarang tempat.

Namun memang sudah nasibku, malam minggu kemarin, kembali aku kehilangan dompet. Ini dompet pertama yang kumiliki setelah dua tahun tak berdompet yang berukuran normal. Umurnya baru 5 bulan. KTP-ku yang ada di dompet itu adalah KTP baru (umurnya baru satu mingguan lah). Kartu ATM-nya pun masih baru –sekitar setahunan (setelah aku bosan harus ke bank terus dan bank-ku mencharge biaya tambahan untuk transaksi di counter bila di bawah Rp. 10 juta –mendorong nasabah untuk lebih memakai ATM). Kartu kreditku juga masih baru, 3 bulan umurnya (karena sebelum kehilangan kemarin malam, dompetku sempat terselip entah dimana ketika liburan bersama teman-temanku akhir tahun 2005 yang lalu, sehingga aku harus memblokir semua kartuku dan harus diganti dengan kartu baru). Untungnya, dompet tersebut dapat kembali kutemukan.

Seperti halnya cerita saat liburan tersebut, kemarin malam, kembali dompetku dapat kutemukan. Ternyata sang dompet nyelip di samping kursi mobil temanku yang kutebengi kemarin. Dan ini yang kedua kalinya si dompet dapat kutemukan dalam keadaan utuh. Peristiwa ini kuanggap sebagai peringatan. Don’t push your luck! Memang aku dan dompet tak berjodoh. Dan sejak kemarin malam kuputuskan untuk menghibahkan dompetku dan kembali memakai si kantong ajaib.

[thanks buat onge, mbak ijul, mbak ery, dan rully yang udah nraktir and ngasih soft-loan-an di kala duit di kantong gue cuman tersisa sepuluh ribu perak]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s