secara aku bukan city slicker =P

Waahhh…makin lama aku makin pusing dengan Bahasa Indonesia –atau mungkin lebih tepatnya Bahasa Indonesia versi anak gaul. Terus terang aku bukan city slicker yang terus menerus update dengan perkembangan bahasa gaul. Sempat bingung juga dengan beberapa ungkapan yang disampaikan oleh teman-temanku, verbally maupun virtually. Kadang responnya jadi jaka sembung ketemu gombloh…Maksud loehh??? (Hi..hi..hi..ungkapan ini pun kupelajari dari anak-anak muda yang suka mangkal di kantor baruku).

‘Secara’. Kata ini akhir-akhir ini sering kudengar dipakai wrongly (dalam kaidah Bahasa Indonesia standard lah…), misalnya seperti dalam judul di atas. Seringkali aku gatel mau memprotes –karena nggak masuk aja di pemahamanku pemakaian kata ‘secara’ secara demikian. Mungkin memang demikianlah perkembangan bahasa. Mungkin yang semula terdengar janggal, lama kelamaan menjadi biasa dan akhirnya diterima menjadi suatu kebenaran.

Masalahnya, seperti kata banyak orang, bahasa menunjukkan cara berpikir, budaya dan peradaban. Bahasa juga menunjukkan identitas. Terlalu banyaknya ketidakberaturan di dalam Bahasa Indonesia (sehingga kita sendiri pun seringkali bingung dengan tata Bahasa Indonesia yang baku) mungkin juga mencerminkan ketidakberaturan cara berpikir orang Indonesia. Atau mungkin saat ini Indonesia –sebagai suatu nation/bangsa—orang-orangnya sedang mengalami krisis identitas. Who knows?

Belum lagi banyaknya pengaburan makna dari kata-kata. Euphimisme yang tidak perlu dan mengarah pada cuci otak. Contohnya banyak, utang dibilang bantuan, subsidi dibilang beban anggaran, dll dll. Kalau sudah begini, maka bahasa adalah alat kekuasaan. Lihatlah Inggris dan Spanyol yang mengintrodusir bahasa mereka di daerah-daerah jajahannya. Hilangnya bahasa-bahasa asli bangsa-bangsa pribumi berarti pula hilangnya budaya, peradaban, dan identitas bangsa-bangsa tersebut.

Namun…yaaaah, secara nasi sudah menjadi bubur, ikutin trend aja lah…daripada dibilang bukan anak asyik…he..he..he…

2 Comments

  1. iya bener mba, di ktr infiniti aja tuch dah merebak bahasa “secara”, byasa lah yg bawa si mba tanti itu loch.
    Tp yach… bener lg kata mba yaya, secara gitu loch ikutan trend ntar di bilang ga gaul lagi..hehhehe…

    Have a nice day.. 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s