wuaaahhhh…bencana lagi

Bencana lagi, bencana lagi….entah sampai kapan bangsa kita harus belajar sehingga nyawa-nyawa nggak perlu berjatuhan. Lagi mangkal di salah satu posko bantuan bencana, coba membantu apa yang bisa dibantu.,…mengingatkan pada kesibukan-kesibukan yang sama akhir tahun 2004 lalu…atau kesibukan-kesibukan yang sama yang selalu terjadi setiap tahunnya. Buka posko…koordinasi…mobilisasi bantuan…tenaga medis…obat…dll…dll…

Setiap menghadapi persitiwa semacam ini, selalu saja ngerasa ngenes…kok ya kita nggak pernah belajar…terngiang kembali…’pacific ring of fire’….’pertemuan lempeng-lempeng bumi’….belum lagi ditambah dengan berbagai kerusakan dan hilangnya keseimbangan ekologis. Sumpe!!! Kita ini rentan banget….rentan terhadap bencana…tak lain dan tak bukan karena kita tidak siap!

Wuaaaahhhh….entah sampai kapan bangsa kita harus belajar sehingga nyawa-nyawa nggak perlu berjatuhan….

1 Comment

  1. Kebetulan lewat dan mampir ke blog ini, salam kenal ya mbak!

    Kita sedang terjajah, jadi dibutuhkan kesabaran dan ikhtiar ya mbak.

    Dibutuhkan kerja keras untuk membebaskan diri dari imperialis dan komprador2nya di Tanah Air saat ini. Karena beginilah watak sejatinya, mereka terus menguras, menindas, tanpa mengindahkan nasib jajahannya.

    Perjuangan dalam konteks moral sosial (gerakan sosial seperti kesibukan mbak yaya saat ini) memang harus dilakukan, termasuk melayani korban bencana alam, tetapi harus dimaknai sebagai tindakan membangun kepercayaan diri kaum terhisap (bukan sekedar membersihkan piring kotor penjajah), harus dimaknai sebagai tindakan untuk menumbuhkan kesadaran dan sikap sejatinya untuk bangkit melawan.

    Olehnya, membangun posko, mengkoordinasi dan memobilisasi bantuan harus diikuti dengan tindakan mengorganisir dan mendidik kaum yang terjajah. Ini penting, agar bencana jogja dan jateng saat ini tidak justru mejadi alat untuk melanggengkan kekuasaan imperialist dan menjadi komoditi untuk memperkuat akumulasi modal mereka seperti yang telah terjadi di aceh.

    Karena itu, perjuangan (gerakan moral-sosial) sudah harus diletakkan dalam konteks yang lebih politis-idelogis.

    Sederhananya, cita2 perjuangan harus diarahkan pada perjuangan politik merebut kekuasaan dari penjajah, karena itu perjuangan pembebasan nasional saat ini adalah merebut kekuasaan pemerintahan ke tangan rakyat terhisap-terjajah. Secara ideologis harus diletakkan dalam keyakinan mengabdikan segalanya pada keadilan dan kemenangan bagi kaum yang terhisap serta keadilan dan kemenangan bagi masa depan ekologi.

    Thx ya mbak. Salut atas pikiran2nya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s