good night, and good luck

Baru aja selesai menonton film dengan judul di atas yang diperani oleh George Clooney. Secara sinematografi, film ini tidak seperti film biasa karena ditampilkan black-and-white dan dibuat seolah-olah film dokumenter, karena memang film ini didasarkan pada kejadian sesungguhnya. Bagi penggemar film laga film ini bukanlah film yang menarik karena ini film NATO alias ‘no action talk only’. Walau demikian, film ini sempat diganjar nominator Piala Oscar 2006. Aku suka film ini karena bisa menggambarkan bagaimana kehidupan di satu pojok dunia pada satu masa yang tidak kualami sendiri.

Secara tema film ini mirip dengan ‘All the President’s Men’ yang bercerita tentang relasi dunia politik dan jurnalisme di Amrik sono, dimana dua orang reporter Washington Post, Bob Woodwards dan Carl Bernstein, menguak skandal Watergate yang kemudian berujung pada kejatuhan presiden Nixon.

Bersetting pertengahan tahun 1950-an, film Good Night and Good Luck bercerita tentang paranoia pemerintah Amerika Serikat terhadap komunisme sehingga siapa pun yang pernah punya keterkaitan baik langsung maupun tidak langsung dengan segala hal yang berbau kiri akan segera diberi label “membahayakan negara” (sounds familiar, yes?).

Fokus cerita berputar pada dua orang jurnalis televisi CBS (Columbia Broadcast System), Edward R. Murrow dan Fred Friendly, yang berusaha melawan upaya seorang anggota senat mengeksploitasi ketakutan terhadap komunisme sehingga harus mengorbankan hak-hak sipil individu warga negara Amerika Serikat. Tentu saja sang jurnalis menang. It only happens in America such thing ;D

Yang membuatku ingin membicarakan film ini adalah karena ternyata sejarah selalu berulang. Bila dulu di tahun 1950-an pemerintah Amrik menyebar communism paranoia, sekarang di tahun 2000-an pemerintah Amrik menyebar terrorism paranoia. The idea is not only pushed to its people but also to the whole globe, termasuk Indonesia. Either you with (b)us(h) or you’re the evil terrorist. And the idea is exploited in such a way it justifies unilateral invasion to a sovereign nation. Worst, the rest of the world can do nothing to stop.

Pertanyaan di benakku kini, will we witness another American politics-versus-journalism battle this time? Atau seperti yang dikatakan oleh Direktur CBS kala itu kepada Mr. Murrow, “Everybody censors, Murrow, including you”.

Good night, and good luck!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s