antimo

Antimo. Satu kata itu yang terpikir di otakku melihat keadaan negeriku, bangsaku, tumpah darahku (deuuu heroik benerrr…). Negeriku ini sedang mabuk. Mabuk darat, lautan, udara. Itulah sebabnya negeriku ini butuh Antimo. Yang bisa menyembuhkan semua mabuk darat, lautan, udara dengan sekali tenggak.

Di darat orang-orang diterjang tanah longsor, banjir, atau diterjang sesama orang alias di-smack-down. Di laut orang-orang diterjang badai, gelombang, di atas kapal-kapal yang kelebihan muatan dan enggak laik berlayar. Di udara orang-orang diterjang entah apa di kapal-kapal terbang tua renta peot rombeng yang ban-nya divulkanisir sepuluh kali, atau lebih. Mabuk semua…kepayang (sebenarnya apa sih arti kepayang?).

Antimo oh Antimo…obat anti mabuk. Minum satu mabuk tak terasa. Minum dua serasa berada di dua dunia. Minum tiga terkapar tak ingat apa-apa. Mungkin negeriku perlu minum empat. Atau lima.

Antimo oh Antimo…obat anti mabuk. Minum berapa supaya kami lekas amnesia, melupakan segala karma yang tak dapat kami cegah datangnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s