the way god loves you

Jaman kuliah dulu, dua orang teman memberikan hadiah dua ekor ikan mas koki yang cantik sebagai hadiah ulang tahunku. “Ya, nama ikan ini Erin dan Andy”, demikian kata mereka. “Jaga baik-baik ya,” demikian lanjut mereka. Aku senang sekali mendapat ikan yang berlenggak lenggok dengan cantiknya di dalam akuarium mungil di kamar kosku. Kalau lagi iseng, sering aku sambil bengong memandangi mereka dan menaburkan bulir-bulir pink makanan ikan ke dalam akuarium. Hatiku tambah senang melihat mereka menyambar setiap bulir dengan lahapnya. Dalam hati, “Kok kayak gue ya, doyan banget makan.”

Dan suatu pagi satu minggu kemudian, kutemukan kedua ikanku sudah terapung tak bernyawa. “Wuaaa…what happens aya’ naon???” Dan sambil merasa tak enak hati akhirnya kusampaikan berita dukacita ini kepada temanku. Sungguh aku nggak tau apa penyebab ikan-ikan itu meninggal dengan sukses. Apalagi melihat nafsu makan mereka yang menurutku menyiratkan kondisi mereka yang sehat walafiat. Dan ternyata, di kemudian hari baru kuketahui bahwa amat sangat terlarang untuk memberikan makanan bertubi-tubi kepada ikan mas koki. Demikian lah akibatnya. Mereka akan mati kekenyangan. Wujud cintaku kepada kedua ikan itu berujung pada kematian mereka. Sungguh tragis!!! (lebay banget gak siiihhh???). Ya, karena ikan tak dapat berpikir.

Dan cara Tuhan menunjukkan rasa cinta pada makhlukNya kadang-kadang agak mirip-mirip juga seperti yang kulakukan terhadap si ikan. Tuhan tak henti-hentinya dengan penuh kasih sayang memberikan segalanya kepada kita. Apa yang kita mohon langsung diberi. Bahkan yang tak dimohon pun dilimpahkanNya pada kita –kita sebut rejeki nomplok. Dan seringkali kita lupa. Lupa bersyukur, lupa berpikir, dan akhirnya kita terjerat di dalam segala anugerah yang kita terima. Mati sengsara di tengah kelimpahan. Seperti kedua ikanku.

Di sisi lain, sering kita merasa bahwa kita selalu berada dalam kemalangan, kesusahan, kesedihan. Bagaikan opera sabun yang tiada henti-hentinya, kata temanku. Sebagian kita bahkan mungkin bertanya-tanya, “Kok Tuhan ‘tega’ banget sama gue ya?”.

But let me put it this way. What if that’s the way God loves you? What if that’s the way God calls you? Come to Me, come to Me…I will make you save. Hanya dengan mengingat Aku maka engkau menjadi tenang, kata Tuhan.

You may forget Her, leave Her (boleh dong ya aku pakai kata ganti Tuhan dengan ‘Her’…toh Tuhan bukan manusia yg berjenis kelamin). Dan kadang kita lupa bersyukur, lupa berpikir. Berkah dan ujian (baru saja kusadari) ternyata dua sisi dari keping yang sama. All we have to do is to think.

Coba ingat kisah Nabi dan Rasul. Mereka diberikan ‘penderitaan’ oleh Tuhan. Dan apakah itu karena Tuhan ‘tega’ kepada mereka? Kita semua tahu, Nabi dan Rasul adalah makhluk Tuhan yang tercinta.

We should be happy that we’re experiencing that ‘suffering’. Hey c’mooonnnn, you’re the chosen one, just like the Great Prophets! It shows that you’re not taken for granted. Elo nggak dicuekin bow! (kebayang nggak kalo dicuekin sama Tuhan…amit-amiiiittt). So now as God calls you, what are you waiting for? Come to Her. Embrace Her. Don’t expect anything in return. Just see Her and talk to Her. Hopefully you’ll find Her your best friend ever. Hopefully you’ll find Her love is limitless.

[for a best friend of mine…i’ve said this to you before…semoga elo nggak bosen…]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s