tukul my savior

Mungkin tak ada yang lebih baik selain mengakhiri hari dengan tawa. Apalagi jika harus mengalami hari yang cukup berat, dan cuaca yang tidak jelas –langit bermatahari namun digantungi awan tebal yang siap memuntahkan hujan lebat– seperti hari ini.

Banyak temanku yang sirik berat melihatku berpose bersama si Kutukupret. Ya, si Kutukupret itu berhasil mencapai tipping point dari karirnya, dan melejit bagaikan shooting star. Dan iya, Tukul makes everybody’s days!!! Ngomongnya asbun nggak pakai mikir. Tapi justru disitulah letak keunikannya. Lawakan Tukul itu dilontarkannya secara spontan. Aku rasa bagian otak Tukul yang bekerja adalah otak bawah sadarnya. It’s exactly what Malcolm Galdwell’s Blink is talking about. The way of thinking without thinking.

Kecerdasan Tukul ini mirip-mirip seperti si Bolot. Otak Bolot bekerja secara otomatis mencerna semua input yang diterimanya dan merespon dengan logika yang terputar balik. Dan itu dilakukannya tanpa teks. Dari dulu aku selalu beranggapan bahwa pelawak adalah orang yang smart. Terutama pelawak seperti Tukul dan Bolot yang mengandalkan permainan logika dalam lawakannya. Dan mereka melakukannya spontaneously. Amazing!

Hebatnya lagi, para tamu rela datang ke acara Tukul untuk diharrassed habis…fisik dan mental! Dan walaupun seorang temanku yang lawyer bilang bahwa lawakan Tukul seringkali bernuansa sexually harrassing (terutama terhadap bintang tamu perempuan yang cantik), still he’s my savior. You always make my day, ‘Pret!

Puasss??? Puasss??? Kembali ke laapptoooppp!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s