bitchy mode: ON

Hari ini, gue udah nggak bisa marah lagi. Sejak minggu yang lalu gue udah ngerasa drained out, habis..bis..bis. Entah ada dementor yang nggak kasat mata yang menyedot habis stock perasaan bahagia gue, atau mood gue yang terlalu beresonansi dengan kondisi alam sekitar gue yang gloomy, mendung, banjir, becek, dan sekaligus terik, pliket, leteuk blas.

Dan kemudian akhirnya jawaban-jawaban seperti di bawah ini mewarnai kehidupan gue beberapa hari terakhir ini.
‘Rapat dimana?’ — Terserah!
‘Akhirnya budgetmu udah disetujui’ — Oooo…
‘Jangan lupa laporan ya?!’ — *nyengirgarinktanpamenjawab*
‘Sori nih saya telat’ — iyaaaaaa….
‘Mbak, yang kemarin saya lanjutin besok aja ya?’ — soookkkkk….
‘What do you think about having a press con’ — ok
‘So these are some examples of our public ad’ — wow…nice *lempeng*
tit..tit..bunyi sms: ‘undangan bisa dianter besok kan?’ — *noreply*

Dan ketidakjelasan mood alam dan mood gue itu dilengkapi dengan suatu kenyataan dimana gue harus menghadapi yang namanya b-i-r-o-k-r-a-s-i –udah kayak dressing yang disiramkan di atas campuran sayur mayur salad. Perfect! Tapi gue udah terlanjur nggak berselera. Birokrasi adalah suatu battlefield nggak bermutu, tapi mau nggak mau harus diikuti. Gue bayangkan diri gue berjalan malas-malasan (pake daster) sambil menyeret pedang. Dan di depan sana, bayangan diri gue memakai baju perang lengkap dengan perisai baja berdiri tegap dengan congkaknya! Ha..ha..ha..are you ready? Ready? R-E-A-D-Y K-A-T-A-N-Y-A???!!!! Gundulmu! Belum pernah disambit bakiak kali tuh bayangan!

Lucunya (I can’t believe I said this!)…ini exactly seperti terjun bebas tanpa parasut. Atau, atau, nyemplung di kali deras tapi nggak bisa berenang (dan nggak pake life-vest). Stupid bin goblok, pake telor! Helloooo??? Bukannya sering, mbak? Dan lucunya lagi, pulang-pulang tadi kok ya gue bisa-bisanya senyum-senyum dan bercerita dengan lancarnya pengalaman gue berkelana di rimba belantara called ‘birokrasi bea cukai bandara’ berusaha mengeluarkan 800-an kilo perahu karet sumbangan beserta mesinnya dari gudang bandara! *soktegar* (udah gila kali nih anak).

Eehhem…sejak kapan ‘lo jadi staf yang nanganin cargo? Katanya elo jurkam? — SHUTUPYOUF#CK#NGSHADOW –said I in that ugly daster, still malas-malasan berjalan sambil membawa pedang (dan baru kusadari pedangku ternyata patah dua).

I was only making the best use of those many names and numbers on my mobile!! (hear me say) –…ya..ya..ya..apology..apology…(this is that bl##dy shadow with that ugly armor’s saying).

Tit..tit..sms dari nomor tak dikenal: ‘ciputat. kampung hutan banjir lg sdh 1.5 meter’ — Ini siapa ya? Sori. Ikut prihatin.

Hey you, shadow! What the hell do you think I should do now?

1 Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s