bandung euyy…

Sekali lagi gue ke Bandung. Sebelum ayam berkokok gue udah bangun untuk ngejar jadwal travel Cipaganti yang paling pagi –jam 5. Dan berkat jalan tol Cipularang, jam 7.15 gue udah sampe di Pasteur, Bandung. Dari jalan layang gue bisa lihat gedung-gedung tua RS Hasan Sadikin, gedung Biofarma. Ngomong soal Biofarma, jadi inget jaman-jaman gue ngerjain tugas akhir kuliah. Setiap dua miggu gue dan teman gue harus ke Biofarma untuk beli darah (hewan) segar, untuk ngasih makan bakteri-bakteri yang jadi obyek penelitian kami. Biasanya, sambil menunggu para analis disana menyiapkan darah, gue and temen2 gue akan nongkrong di tukang mie kangkung gerobakan yang nggak jauh dari sana. Walopun cuman jualan pake gerobak, setiap siang banyak aja orang yang datang untuk beli mie kangkungnya. Uenak seehh.

Eniwei, nyampe ke Bandung pagi-pagi begini bikin gue bernostalgia. Inget jaman kuliah dulu, kuliah pagi jam 7, dingin-dingin. Gue masih inget pertama kuliah gue harus pake jaket and kacamata gue yang berembun gitu saking dinginnya. Belum lagi kalo bernafas keluar uap-uap gitu, kayak di luar negeri. Well, mungkin sekarang udah enggak segitunya kali ya. Bandung sekarang nggak sedingin dulu.

Dibandingkan dengan kota-kota lain di Indonesia, even di Jakarta, mungkin Bandung tergolong yang paling high-tech, secara ITB ada disinikali ya. Soal wi-fi nggak perlu khawatir kalo di Bandung. Dimana-mana ada wi-fi. Hebatnya lagi: GRATIS! Nggak kayak di Jakarta yang matre’. Bahkan di Bandung Super Mall food courtnya pun ada wi-fi (ini menurut Eas temen gue. Gue belon nyoba). Hebat nggak tuh. Ini gue connect di Plasa Dago, di satu tempat ngupi sambil nunggu temen gue yang lain dateng dari Jakarta.

Enaknya tinggal di kota-kota kecil/sedang macam Bandung dan Semarang, kemana-mana dekat. Kita nggak buang-buang umur di jalan. Gue mikir-mikir, kayaknya nggak worth it banget harus bermacet-macet sejam-dua-jam cuman untuk menuju kantor di Jakarta. Jakarta udha musti berbenah dengan transportasi massal, karena jarak antar tempatnya tuh udah nggak make sense banget. Apalagi banyak commuter yang pergi-pulang dari kota-kota satelit di sekitarnya –Depok, Tangerang, Bekasi, Bogor.

Yahhh, udahlah..yang penting gue lagi nikmatin banget suasana pagi Bandung, di Jalan Dago, yang (untungnya) masih disisakan pohon-pohon besar tempat bersarangnya hewan-hewan, yang dari tempat gue duduk ini bisa gue dengar suara ributnya…suara alam! Jarang-jarang bisa didengar di tengah kota begini. Walopun The Cranberries masih nyanyi-nyanyi dari loudspeaker and mobil-mobil juga angkot mulai meraung-raung, si hewan-hewan ini masih terus bersuara dengan tak mau kalahnya! Go..go..go!!!

1 Comment

  1. emang bandung menakjubkaannn…
    kemaren long weekend masih menyenangkan juga, Ya?
    Biasanya kalo (apalagi long) weekend Bandung mendadak jadi pinuh supinuh sama anak2 Jakarta (sambil ngaca dan bingung, gue terhitung anak Jakarta apa asli Bandung ya?…)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s