kenapa gue anti (penggunaan)(energi) nuklir?

Temen gue si Yoki nanya seperti itu (sori Yok, agak gue benerin dikit pertanyaannnya hehe). Dan sebelum gue jawab, gue mau mengquote satu paragraf dari novel DaVinci Code yang kontroversial (thanks to Norman):

Zaman dewi telah berlalu. Bandul pendulum telah berayun. Ibu Bumi telah menjadi dunia lelaki, dan dewa perusak dan dewa perang sekarang berperan. Ego kaum lelaki melaju selama dua milenium tanpa tercegah oleh rekan perempuannya…. kemusnahan perempuan suci dalam kehidupan modernlah yang mengakibatkan apa yang disebut oleh suku Indian Hopi sebagai Koyanisquatsi, ‘hidup tanpa keseimbangan’, suatu keadaan tak stabil yang ditandai oleh perang berbahan bakar testosteron, sebuah keberlebihan dari masyarakat misoginis, dan sebuah rasa tak hormat yang terus tumbuh pada Ibu Bumi.

Jawaban gue yang pertama dan secara filosofis adalah bahwa gue enggak percaya sama yang namanya manusia. Dan kekuatan yang begitu besar bisa setiap saat menggoda manusia untuk melakukan apa pun yang ingin dia lakukan. Termasuk menyebarkan kebencian dan permusuhan. Ketika keangkuhan dilawan dengan keangkuhan –yang disulut oleh bahan bakar testosteron– maka yang terjadi adalah lingkaran setan kekerasan dan kehancuran.

Dulu ada juga yang berpendapat bahwa sejatinya apapun yang diciptakan Tuhan pasti ada gunanya. Seratus persen tidak membantah! Tapi jangan artikan kata ‘guna’ secara harfiah seperti ‘dipakai’. Ada yang pernah bilang, di dunia ini banyak sekali orang yang pintar, tapi hanya segelintir aja orang yang bijaksana. Energi nuklir menurut gue adalah salah satu cobaan dari Tuhan, apakah manusia yang penuh nafsu dan alpa cukup bijaksana dan tidak merasa jadi penguasa jagat dan menuhankan teknologi yang merupakan hasil kepintarannya.

Itu di level filosofis. Kalo di level rasional, tentu argumentasinya banyak sekali. Mulai dari tidak adanya jaminan keamanan, masalah limbah radioaktif berumur ratusan ribu tahun yang belum terpecahkan sampai saat ini –selain janji-janji ‘sedang kita teliti. Tenang saja, pokoknya aman’, dan juga kemungkinan terjadinya perbanyakan senjata nuklir akibat limbah plutoniumnya.

Kebetulan besok hari adalah peringatan 21 tahun Chernobyl. Sampai saat ini ratusan ribu anak-anak, orang tua, perempuan, laki-laki harus menderita akibat bencana yang terjadi duluuuu banget. Tiga tahun sebelum ledakan, kalangan industri nuklir menyatakan bahwa reaktor Chernobyl adalah reaktor canggih yang sangat kecil kemungkinannya untuk terjadi kecelakaan. Dan sekarang, mereka ramai-ramai menyangkal dan menyatakan bahwa kita tidak akan memakai reaktor seperti Chernobyl, tapi reaktor canggih dengan teknologi mutakhir.

Coba kita andaikan tahun 2007 ini adalah tahun 1983. Bukankah ini seperti lagu lama dan usang yang diputar berulang-ulang?

Coba perhatikan apa yang dibilang oleh mantan Sekjen PBB Kofie Annan:

“Menggunakan energi nuklir berarti menempatkan diri pada bahaya yang terus menerus berusaha dikecilkan, didiamkan dan dilupakan. Namun, tujuh juta orang tidak memiliki kemewahan untuk melupakan apa yang terjadi di Chernobyl pada tanggal 26 April 1986 jam 01.23 dini hari.”

2 Comments

  1. yok…bukannya gak percaya sama para saftey engineer, cuman kalo urusannya nuklir susah euy…kalo gagal konsekuensinya ratusan tahun…agak beda sama teknologi2 yg lain…pisss…

  2. Oke thanks udah balesin pertanyaan gw……

    Berarti kamu tidak percaya pada kami para safety engineer, hiks hiks….

    kalo masalah limbah kan bisa dibuang ke bulan

    Eh kalo energi dari matter-anti matter setuju gak?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s