wireless connection

Tiba-tiba pengen ngomongin cinta, gara-gara abis baca blog temen gue. Sering kita ndengar istilah ‘cinta pada pandangan pertama’. Bagi sebagian orang, cinta pada pandangan pertama adalah sesuatu yang enggak masuk akal. Bahkan ada yang beranggapan bahwa cinta pada pandangan pertama adalah sesuatu yang shallow alias dangkal. Namun ada juga yang berpandangan bahwa cinta pada pandangan pertama adalah cinta yang sejati, your true original feeling over someone.

Gue enggak pengen berdebat tentang cinta pada pandangan pertama, walaupun gue termasuk golongan orang-orang yang percaya hue..he..he. Gue lebih tertarik membahas the very basic aspect about love, yaitu connection atau hubungan.

Pernah nggak mengalami suatu saat dimana kita bertemu pertama kalinya dengan seseorang dan entah darimana asalnya kita langsung merasa tidak suka pada orang tersebut? Atau sebaliknya, langsung bisa merasa dekat dan suka setengah mati? Padahal that moment is the very first time you ever heard or meet her/him?

Bagi para peneliti bermazhab kimiawi, mungkin ini yang disebut sebagai ‘chemistry’ antara dua orang (atau lebih). Menurut mereka, ketertarikan atau ketidatertarikan antara dua orang disebabkan oleh berbagai reaksi kimia di dalam tubuh yang kemudian ‘memancar’ dari tubuh kedua orang tersebut dan bereaksi satu sama lain. Kalau reaksi yang dihasilkan dari keduanya cocok maka mungkin kita akan merasa tertarik. Demikian juga sebaliknya.

Bagi para fisikawan/wati, mungkin rasa ketertarikan atau ketidaktertarikan ini disebabkan oleh gelombang-gelombang yang juga ‘memancar’ dari keduanya akibat reaksi-reaksi fisis atau elektromeganetis atau apapun lah namanya yang terjadi di dalam tubuh manusia. Kalau cucok, maka gelombang-gelombang itu akan saling beresonansi, dan sebaliknya akan ‘korslet’.

Sudah banyak penelitian yang berusaha mengungkap apa di balik ketertarikan antara satu orang dengan orang lainnya. Fitrahnya sebagai makhluk sosial, mungkin, membuat manusia merasakan kebutuhan untuk selalu berhubungan dengan orang lain. Mungkin itu pula yang membuat para peneliti tersebut tertarik melakukan penelitian, dan mungkin penyebab gue sedikit mengulik-nguliknya disini.

Bukan cuma ‘cinta pada pandangan pertama’ yang pernah gue alami. Benci pada pandangan pertama pun pernah gue alami juga hehehe….Entah apa penyebabnya. Padahal gue kenal juga enggak sama tu orang, pokoknya langsung nggak suka aja. Gue bahkan mengalamai ‘benci pada bacaan email pertama’!! Iya gue pernah sebel banget sama orang hanya dengan ngeliat namanya untuk pertama kali di suatu mailing list. Dan setelah gue kenal sama orangnya, memang gue enggak cucok sama dia. Aneh? Tapi nyata lho. Yah, kesimpulan gue cuma satu, manusia itu memang makhluk yang super duper kompleks, misterius, dan menarik untuk dioprek-oprek.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s