contemplation

Sehari ini gue diajak berkontemplasi lagi sama keadaan. Suami temen gue meninggal dunia dan seorang teman di Aceh sana juga berpulang ke Sang Khalik. Membuat gue berpikir bahwa beneran, ada jatah umur untuk tiap orang, ‘..andai kutahu, kapan tiba waktuku..’ –begitu kata salah satu grup musik yang lagi menanjak di Indonesia. Juga mbikin gue merenung, dengan apa waktu hidup gue yang tersisa ini bakalan gue isi. Juga maksa gue mikir-mikir…wow, they are all still young. Both my friend’s husband and my friend are only in their 30s.

Ada teman gue yang bilang, harusnya we live our lives at the fullest. Hence there won’t be any regret. Hence there won’t be any arwah penasaran, yang diakibatkan oleh unfulfilled wants. Tapi ada hal-hal yang mungkin cuma bisa kita ucapkan (atau teriakkan) kalo kita udah jadi arwah gentayangan. Mungkin ada hal-hal yang mungkin cuma bisa kita bayangkan dilakukan. Terlalu banyak mungkin, terlalu banyak what-if.

Tapi umur, siapa yang dapat mengira panjangnya? If not now, kapan lagi? Itu kata orang-orang. What’s the worst thing that can happen? –besides death?

Halaaah….kenapa juga gue jadi mikir yang berat-berat begini?

1 Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s