einstein’s dream

Salah satu cerita di dalam buku Einstein’s Dream karangan Alan Lightman menggambarkan bagaimana satu siklus kehidupan itu hanya berlangsung dalam 24 jam. Dalam dunia seperti itu orang-orang selalu berada dalam keadaan terburu-buru dan tergesa-gesa, berusaha menyelesaikan segala hal dalam 24 jam yang ada tersebut. Dan tiba-tiba semua orang merasa begitu banyak pekerjaan yang belum diselesaikan. Begitu banyak hal yang ingin dilakukan tapi tidak banyak waktu yang tersedia. Detik demi detik terasa sangat berharga.

Saat ini gue lagi ngerasa kayak begitu. Rasanya semua hal pengen gue selesaiin secepat mungkin, kalo bisa dalam satu hari. Tapi jelas itu nggak mungkin toh? Waktu menjadi sangat cepat tapi juga sangat lambat –apalagi saat kita sedang menghitung hari. Mungkin ini juga yang disebut Einstein sebagai relativitas waktu. Satu menit bisa jadi cepat, namun bisa juga jadi lama.

It’s like being trapped in traffic jam, when you’re already late (kata Alanis Morrissette). Waktu rasanya cepeeet banget berputar sementara kita tetap stuck disana yang membuat kita makin terlambat dan makin terlambat. Atau it’s like raining on your wedding day (Kata Ms. Morrissette lagi). Waktu nunggu hujan berhenti jadinya terasa lamaaaa banget.

Cuma satu hal yang jelas, kita jadi ngerasa exhausted banget. Ngerasa tergesa-gesa tapi nggak tau juga apa yang dikejar, karena toh setiap hal akan berjalan sesuai dengan ritmenya. Menulis satu halaman jelas nggak bisa dilakukan hanya dalam jentikan jari.

Jigo kali empat…capppeee deehhh…

*ngigo ya lu ‘Ya…*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s