langsing-singset

Ini bukan merk jamu baru. Bukan pula pelesetan lagu Batak yang bunyinya “a-sing-sing-sooo”. Ini kisah dua orang temen gue, Du-N-Du — si Dudu a.k.a Buncit and si Duy a.k.a Bantet. Kedua orang ini bagaikan anak kembar, Thomson and Thompson, Nakula-Sadewa, dan yang sejenisnya. Kemana-mana selalu berdua. Awalnya nggak sekantor, jadi sekantor (walaupun mulai bulan depan misah lagi). Pokoknya dimana ada Duy disana ada Dudu, begitu juga sebaliknya. Kalau kita cuma ngajak yang satu, yang lain pasti ngerasa insecure. Perawakannya pun bagaikan pinang dibelah dua. Pokoknya gitu deh.

Jalan sama mereka pasti seru, apalagi urusan makan, nggak ada pantangannya. Mungkin itu juga yang menyatukan gue, mereka, dan beberapa temen gue yang lain dalam ikatan pertemanan (yang kadang aneh itu). Kami semua doyan makan. Nggak ada pantangannya pula, baik dari segi jenis makanan, maupun waktu. Tanggal muda, tanggal tua, nggak ada pengaruhnya, karena selalu ada yang bersedia jadi cantolan bagi yang dalam keadaan terpaksa nyantol (kayak gue malam ini).

Nah, ceritanya sebulan yang lalu mereka berdua bertemu dengan dokter ahli gizi. Entah apa yang disampaikan oleh dokter itu, yang jelas mereka kemudian bertekad untuk diet demi kesehatan (baca ceritanya disini). Jelas doong, banyak teman lain yang meragukan. Soalnya tekad macam begini udah sering mereka sampaikan. Mulai dari membeli baju ‘motivasi’, beli sepatu dan iPod untuk jogging (well, sempet semangat jogging juga sih), berenang, sampai nebeng makai alat-alat fitness di rumah temen gue yang lain. Hasilnya? Mereka tetap menjadi si bantet dan si buncit.

Tapi kali ini, lain ceritanya. Dan malam ini gue takjub banget ngeliat penampilan baru mereka. Dan kayaknya mereka berpikir untuk mulai ganti nama jadi si langsing dan si singset. Si Bantet a.k.a Singset turun berat badannya 7 kilogram, sementara si Buncit a.k.a si Langsing berkurang 5 kilogram. Itu semua mereka capai dalam satu bulan.

Hebatnya dengan metode dari Bu Dokter Grace ini, mereka sama sekali nggak ngerasa lapar atau lemas secara fisik. Kata mereka gangguan terberat datang secara mental dan emosional, terutama godaan-godaan bebauan makanan yang mengundang dan pemandangan orang-orang yang makan dengan lahapnya makanan-makanan tersayang mereka. Dan juga diet yang mereka lakukan selalu dalam pengawasan Bu Dokter, sehingga dijamin nggak berbahaya.

Nah, di bawah ini, Ms. Langsing berkenan sharing sebagian tips dari Dokter Grace sbb (kali-kali ada yang mau diet):

Rambu-rambu makanan

Boleh dimakan 3 kali sehari dengan porsi secukupnya/sampai kenyang dan tidak boleh berlebihan:
1. daging tanpa lemak, segala jenis ikan dan hidangan laut, protein nabati (tahu/tempe/telur) diperbolehkan
2. hindari: jerohan, semua umbi-umbian, minyak-minyakan, kacang-kacangan, kafein, soda, susu, gula, cemilan, coklat, permen.

Tidak diperbolehkan:
1. Pasta, cereal, kripik, dan krupuk
2. Buah seperti alpukat, nangka, durian, buah kalengan, buah kering, kismis, jus kaleng/kotak
3. Semua jenis susu dan produk susu seperti yoghurt, es krim; minuman botol (fanta, sprite, cola, teh botol) dan beralkohol

Dan sebelum memulai semua itu, mereka harus menjalani masa detoks alias induksi selama 3 hari. Pada hari-hari itu mereka cuma boleh makan buah dan sayur thok.

Ngeliat daftar di atas, gue cuma bisa menghela nafas panjang. Wuaaa!!!! Bisa kebayang penderitaan mental dan emosional mereka kan? Bayangkan, semua jenis yang harus dihindari itu adalah jenis-jenis makanan yang ueeennnnakkkk dan sering tak terhindarkan dalam kehidupan normal kita sehari-hari.

Tapi, gue terus terang salut sama mereka, walaupun pertemanan yang aneh ini akan semakin aneh dengan berkurangnya kegarangan memamah biak beberapa anggotanya. Perjuangan berat itu bisa diatasi demi kesehatan. Bahkan Bantet alias Singset udah mulai mengalami perbaikan kerja hormonnya yang semula sempat macet.

CONGRATSSS SING-N-SING…

2 Comments

  1. Mestinya post ini bakal banyak pengunjungnya jikalau benar asumsi bahwa blogger sebagian besar adalah wanita (??) hehe..

    Apa mereka ngga terinspirasi sama kamu juga, Yaya?

  2. Yaya..
    Don’t worry, langkah pertama ketika gue diet adalah mencoba mencari menu diet diantara tempat-tempat makan durjana kita. Misalnya: indomie cikini: pisang bakar tanpa topping, padang: ahemm.. air putih dan pisang, ngopi2: latte atau cappucino tanpa gula, dsb. Jadi teteup masih bisa begaul jayaaaa donk!! Lagyan gue kemana-mana bawa pisang sekarang.. Hihihi.. Gila ya?
    cheers,
    singset

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s