mestakung

‘Mestakung’ adalah kependekan dari ‘Semesta Mendukung’. Satu penamaan dari fenomena ‘keajaiban’ yang dimunculkan oleh Yohanes Surya, Bapak Olimpiade Fisika Indonesia. Temen gue punya istilah lain lagi dari fenomena ini, yaitu yang dia sebut ‘Hukum Kekekalan Miracle‘. Sementara gue menyebutnya sebagai ‘Conspiracy of the Universe‘.

Syarat utama untuk mengalami fenomena ini menurut gue adalah ‘kepasrahan’ total. Kepasrahan disini bukan berarti tidak melakukan apa-apa, tapi lebih ke ‘tawakkal’ dalam konsep Islam –yaitu penyerahan diri setotal-totalnya setelah kita melakukan segala daya upaya. Syarat lainnya, adalah ‘wholeheartedly‘. Sedikit saja kita ada perasaan ‘halfhearted‘, maka nantikan saja berbagai kesialan dalam proses yang sedang kita lakukan. Ini gue sebut ‘Hukum Kekekalan Bad Luck.

Dalam bukunya yang berjudul sama, Yohanes Surya menceritakan pengalamannya mewujudkan mimpi menjadikan Indonesia gudang ahli fisika masa depan. Dengan niat yang kuat, walaupun dengan resource terbatas, dia mampu mengejawantahkan mimpi tersebut menjadi kenyataan. Banyak sekali miracle yang dia alami, bantuan yang dia peroleh secara tak terduga, dll dll yang semuanya collectively membuat jalan menuju mimpinya.

Gue sering juga mengalami hal seperti itu. Both the miracle and bad luck. Dengan terpenuhinya prekondisi yang gue sebutkan di atas, hanya tinggal tunggu waktu aja kita mengalami kejadian-kejadian tersebut.

Pengalaman terkini yang gue alami adalah ketika gue harus pergi ke satu tempat yang jauh untuk urusan kerja. Terus terang sejak awal gue udah segan untuk pergi. Terbayang di mata harus duduk sempit-sempitan di kelas ekonomi selama kurang lebih 10-12 jam, jetlag, dingin, dll dll.

Dan halfheartedness ini kemudian membuahkan hasil. Semua tiket ternyata fully booked. Yang ada tinggal tiket kelas bisnis. Of course nggak dikasih dong sama kantor. Muahhaaaall bo. Bukan itu aja, ternyata jadwal kebisaan gue kesana harus berbenturan dengan urusan kerja yang jauh lebih penting disini. Dan semua alasan itu memperkuat argumen gue supaya enggak diijinkan pergi (tips: kita harus tetap bisa menunjukkan bahwa kita sangat ingin pergi, dan mengkomunikasikan hambatan-hambatan tersebut sedemikian rupa, sehingga the no-word finally datang dari para bos kita, dan bukan karena kita yang nggak mau pergi…hue..he..he…).

So mestakung kesetengahhatian gue yang biasanya jadi bad luck, kali ini menjadi miracle. Mau mencoba?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s