pijat

Salah satu hobi gue sejak dulu adalah dipijat. Jadi kalo ada yang sekedar iseng mijat-mijat pundak gue, langsung gue paksa melanjutkan keisengannya itu. Apalagi kalo habis pergi-pergi jauh dimana semua otot dan persendian pada kaku dan tegang. Hobi yang satu ini juga membawa gue ke beberapa pengalaman merasakan beberapa jenis teknik pijat yang masing-masing memberikan sensasi yang khas dan efek yang berbeda-beda, termasuk efek jera ha..ha..ha..ha…

pijat tradisional a la mbak yem

Kalo ini adalah langganan gue sekeluarga. Udah lebih dari 5 tahun Mbak Yem dengan setia meringankan beban kehidupan gue sekeluarga. Setiap dua minggu (atau sesuai permintaan) Mbak Yem akan datang dari rumahnya di Tebet dan meluruskan pinggang-pinggang yang bengkok, melemaskan otot-otot yang kaku, dan kaki-kaki yang pegal. Sambil mijat, Mbak Yem nggak lupa cerita soal anaknya di kampung dan kesibukannya melayani panggilan pijat dari berbagai orang melalui handphone-nya.

pijat a la karo

Pengalaman ini gue dapat di Medan beberapa tahun yang lalu. Teman gue promosi soal pijat a la Karo yang katanya akan jadi pengalaman yang tak terlupakan. Wellll, indeed it was unforgettable memory. Disitulah pertama kalinya gue mengalami kepala dan leher gue dipelintir!!! No, it’s not kiasan. Ini beneran, harfiah! Kepala gue dipelintir!!!  Si inang-inang itu tanpa bilang-bilang dan ba-bi-bu langsung melaksanakannya. Alamaaakkkk!!! Tapi memang rasanya ruaaarrr biasa, serasa ada yang diangkat dari kepala gue dan mbikin kepala gue jadi ringan. Tapi sumpah, gak mau lagi dah! Kebayang, pas dipelintir, eh kepala gue nggelinding kemanaaa gitu…kan berabe.

pijat shiatsu a la jepang

Ini gue cicipin di Bali sama geng asoy geboy waktu lagi liburan dua tahun lalu.  Teknik pijatan ini menggunakan kaki si pemijat untuk menekan titik-titik tertentu di badan kita. Saat itu, kami memasrahkan diri diinjak-injak dan dijadikan papan seluncuran. Despite teriakan-teriakan beberapa temen gue yang ngeri membayangkan dirinya diinjak-injak begitu, gue seperti biasa, molor dengan suksesnya.

pijat totok

Nah ini lain lagi. Pijat ini hanya memfokuskan pada titik-titik tertentu di badan kita, jadi nggak seluruh badan dipijat. Enaknya, teknik ini sangat efektif dan efisien dengan hasil yang langsung terasa. Sebelum dipijat, kita diberi informasi apa itu pijat totok dan apa yang mendasarinya…ying-yang…aliran oksigen…gitu-gitu lah. Pemijatnya pun skillful dan paham titik-titik mana di badan kita yang penting untuk dipijat untuk mengatasi keluhan tertentu.

pijat refleksi

Kalo ini mungkin udah rada umum ya.  Pijat ini memfokuskan pada telapak kaki si pasien. Konon di telapak kaki ini lah berkumpul ujung segala urat syaraf yang mengatur fungsi-fungsi organ dalam atau jeroan kita. Mulai dari otak, usus, kandung kemih, ginjal, dll dll. Nah, jenis reflexology ini pun berbeda-beda. Konon, kalau ada gangguan fungsi salah satu jeroan, maka kita akan merasa sakit walau dipijat dengan tekanan yang pelan saja. Saran untuk yang ini, pergi lah hanya ke tempat-tempat yang memang pemijatnya skillful, jangan asal-asalan.

2 Comments

  1. Nambahin..Pijet ala Thai. Worth trying at least once in a life time. Warning, yang punya osteoporosis better avoid it. Badan kita dipatah-patah and diinjek-injek.

    Ayuh, cobain mumpung masin muda 😀

  2. ada lagi Ya!!!
    Pijet temen. Hehe. Gara-gara mo kasi duit jajan buat Dani, kita sempet pijet session sekali di Bali sekali di rumah Ijul. Lo ikutan kan? Lumayan juga. Cuma bayarannya mahal euyy.. Hihihihi 🙂
    Hidup pijett!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s