namanya ivy

Ya, namanya Ivy. Umurnya belum lagi tujuh belas tahun. Saat ini dia (baru) duduk di kelas satu Sekolah Menengah Umum (SMU).

Aku kenal Ivy kira-kira satu tahun yang lalu. Saat itu seorang teman mengabari ada sekelompok anak SMP yang dipimpin ketua OSIS-nya ingin melakukan peringatan Hari Lingkungan Hidup dengan melakukan long-march dari sekolah mereka –satu sekolah swasta berkualitas di kawasan Menteng– ke Balaikota. Di Balaikota mereka ingin menyampaikan semacam perntaan sikap keprihatinan kepada Pemda DKI Jakarta atas kondisi lingkungan yang semakin parah. Ketua OSIS anak-anak SMP itu tak lain dan tak bukan adalah si Ivy.

Aku senang bekerjasama dengan mereka. Mereka muda, penuh semangat, kreatif, dan sangat mandiri. Kami pun –aku dan teman-teman– oleh karenanya juga dengan senang hati dan penuh semangat membantu mensukseskan kegiatan mereka. Apalagi bentuk aksi yang mereka lakukan rergolong berani dan termasuk jarang dilakukan oleh anak SMP. Bayangkan, long march yang diikuti ratusan pelajar! Di jalan raya lagi! Tentu saja kami dukung.

Ternyata, semangat Ivy dan teman-temannya tak berhenti sampai disitu saja. Terbukti, sepulang dari mengikuti semacam training ‘young environmentalist’ Ivy langsung ingin berlari 100 km/jam. Tidak itu saja, dia mulai mengorganisir teman-teman di sekolahnya serta merekruit pelajar dan mahasiswa untuk bergabung bersama gerakan anak muda peduli lingkungan ini. Mereka melakukan roadshow ke sekolah-sekolah dan kampus-kampus dan membagi pengetahuan mereka tentang kondisi lingkungan hidup yang sudah semakin parah.

Dan Ivy terbukti sangat serius dan enjoy dengan aktivitasnya ini. Dia secara independen belajar dari berbagai sumber, dan tak jarang memberikan pertanyaan-pertanyaan yang sering membuatku garuk-garuk kepala yang tak gatal. Analisisnya tajam. Pun dia cukup berani mendebat gurunya di sekolah dan membuat mereka juga garuk-garuk kepala.

Kalau membaca blognya maka kita pasti tak menyangka bila penulisnya anak kelas satu SMU. Tulisannya mencerminkan kecerdasan dan kedalaman pengamatannya atas kondisi sekitar. Aku tak akan heran bila di masa depan kita akan sering mendengar namanya disebut dimana-mana.

Go Ivy…Go!

1 Comment

  1. OH NO!!!! yaaaa ampuun..malu malu malu.. *apakah ini ivy yang lain??*
    THX SO MUCH Mba Yayaaaa. gak segitunyaaa kok… (cant believe ada orang yang nulis kaya giniiii)

    Amin, kalau terdengar di masa depan. Asal jangan kedengerannya di BUSER ato ‘Lampu merah’ nih. sereeem.

    THX SO MUCH… MUACH muach muach

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s