nyepi: puasa konsumsi

Hari ini umat Hindu memperingati Hari Raya Nyepi. Tujuan dari Nyepi adalah memohon kepada Sang Penguasa Alam untuk menyucikan Buwana Alit (alam manusia) dan Buwana Agung (alam semesta). Pada Hari Nyepi ini umat Hindu melakukan apa yang disebut Catur Barata Penyepian, yang terdiri dari Amati Geni (tidak menghidupkan api), Amati Karya (tidak bekerja), Amati Lelungan (tidak bepergian), dan Amati Lelanguan (tidak melakukan/menikmati hiburan). Keempat Barata ini dilakukan sejak matahri terbit sampai terbenam.

Secara langsung, dampak dari Nyepi sangat terasa di seantero Bali. Jalan-jalan sepi, gelap gulita, dan sunyi.

Hal ini juga berdampak pada konsumsi energi yang mengalami penurunan drastis. Pada Nyepi di tahun 2007, menurut PLN, terjadi penurunan konsumsi listrik sampai 245 megawatt dari beban puncak sebesar 440 megawatt, dengan kata lain terjadi penghematan sebesar 60%. Ini berarti juga penghematan konsumsi BBM yang cukup signifikan.

Nyepi merupakan sumbangan nyata umat Hindu bagi kelestarian bumi. Demikianlah seharusnya konsep puasa dilaksanakan, bukannya justru meningkatkan konsumsi dengan jalan-jalan untuk ngabu burit, membeli penganan yang berlebihan untuk berbuka, atau membeli baju baru untuk hari raya.

Saya membayangkan bila setiap propinsi di Indonesia melakukan ‘nyepi’-nya sekali saja dalam setahun, dan memberi kesempatan pada alam untuk sejenak bernafas, mungkin kita akan bisa merasakan kembali pancaran energi positifnya.

Semoga….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s