sicko

Saya baru saja selesai menonton film Sicko yang dibuat oleh Michael Moore. Seperti biasa, Michael Moore selalu menampilkan potret kebobrokan berbagai sistem sosial yang terjadi di Amrik sana. Jadi, buat para pemuja budaya Amerika, think twice before you follow.

Sicko menceritakan kegagalan sistem layanan kesehatan di negara Pakde Sam itu. Asuransi kesehatan yang selama ini diharapkan dapat meringankan beban kita ketika tertimpa musibah tidak berlaku lagi disana. Hmmm…membuat saya jadi bertanya-tanya dan ingin melihat kembali polis asuransi kesehatan yang saya ikuti selama ini, hehehe…

Sicko menampilkan berbagai ironi yang terjadi di Amerika Serikat. Bagaimana satu negara yang begitu memuja dirinya sebagai tempat orang meraih mimpi ternyata gagal memenuhi berbagai kebutuhan dasar warganya. Boro-boro memenuhi mimpi-mimpi mereka.

Satu ironi yang cukup menohok adalah ketika para mantan relawan yang bekerja tak kenal waktu membantu di reruntuhan WTC pada tragedi 9/11 harus mengalami gangguan pernafasan akut dan tidak mendapatkan layanan kesehatan yang memadai dari pemerintah. Padahal dulu mereka dielu-elukan sebagai pahlawan dan disambut dengan gegap gempita. Lucunya, digambarkan, justru para tawanan yang dituduh bertanggung jawab atas peristiwa 9/11 itulah yang mendapatkan pelayanan kesehatan yang sangat prima di kamp tawanan Guantanamo. Hebatnya, Michael Moore mengajak para relawan pahlawan serta beberapa korban sistem kesehatan yang buruk itu pergi ke kamp Guantanamo untuk meminta pelayanan kesehatan. Tentu saja mereka diusir dengan sukses.

Akhirnya, para pasien ini pergi ke Kuba yang memang tidak begitu jauh dari Guantanamo Bay. Dan sangat ironis, di negeri yang dianggap sebagai musuh Amerika nomor satu ini mereka mendapatkan pelayanan kesehatan yang sangat memuaskan. Ditunjukkan pula bagaimana industri obat di Amerika mengambil untung yang sangat besar ketika satu pasien membeli obat di Kuba seharga 5 sen dollar Amerika, sementara obat yang sama dia beli di Amerika seharga 120 dollar!!! Mau marah gak tuh…

Film ini adalah film yang wajib ditonton oleh semua orang Indonesia, terutama sekali para pengambil kebijakannya. Tanda-tanda bahwa kita akan berjalan di rel pembangunan dan sistem pelayanan sosial a la Amerika sudah kita alami. Pengobatan mahal. Pasien dicuekin di rumah sakit kalau tidak bawa uang cash. Korban kecelakaan sekarat ditinggal di lorong rumah sakit karena tidak ketahuan keluarganya (meaning nggak bisa dipastikan siapa yang akan bayar biaya pengobatannya), dan lain-lain, dan lain-lain…

Jadi, msaih mau mencontoh Amerika? Berpikirlah jutaan kali…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s