examples followed

Pagi ini, seperti biasa, saya pergi beraktifitas menggunakan bus TransJakarta (TJ). Di tengah perjalanan, seorang ibu dan anaknya yang masih balita masuk namun tidak mendapat tempat duduk. Sengaja saya menunggu beberapa jenak sebelum meberikan tempat duduk saya kepada si ibu, karena ingin menguji hipotesa saya bahwa tak ada orang yang mau memberikan tempat duduknya kepada orang lain –dengan alasan apapun. Setelah tidak melihat ada gelagat yang positif, kemudian saya berdiri dan memberikan tempat duduk saya kepada si ibu yang kemudian memberikan tempat duduk itu kepada anaknya.

Tak lama, laki-laki muda yang duduk di depan saya juga memberikan tempat duduknya kepada seorang ibu tua yang baru naik. Dan di deretan belakang pun saya melihat seorang bapak memberikan tempat duduknya kepada seorang ibu. Mungkin mereka merasa tidak enak hati juga.

Terus terang kejadian tersebut adalah kejadian luar biasa bagi saya. Saya adalah pengguna kendaraan umum, entah itu bus, angkot, atau kereta api. Dan pengalaman saya menunjukkan bahwa saat ini sangat jarang orang yang bersedia memberikan tempat duduknya kepada yang lebih membutuhkan.

Satu ketika pada saat orang pulang kantor, bus TJ sangat penuh. Seorang perempuan hamil besar masuk ke dalam bus, dan guess what, nggak ada seorang pun yang memberikan tempat duduknya kepada si perempuan hamil tersebut. Tak ada satu laki-laki pun yang memberikan tempat duduknya. Dan yang lebih memprihatinkan, tak ada satu perempuan pun yang memberikan tempat duduknya kepada ibu hamil itu. Wahhhh, saya rada-rada shock melihat kejadian itu. I wish I had a seat that I can offer to her.

Bayangkan!!! Entah kemana rasa kasihan lelaki, dan entah kemana rasa empati para perempuan yang ada di bus TJ itu! Benar-benar miris rasanya. Ingin saya menegur salah seorang diantara mereka dan menyuruh mereka memberikan tempat duduknya, sayang saya berdiri agak jauh di belakang.

Pengalaman pagi ini menunjukkan bahwa contoh perilaku akan ditiru. Bila saya tidak memberikan tempat duduk saya kepada ibu dan anak balitanya, saya tidak yakin anak muda di depan saya akan memberikan tempat duduknya pada si ibu tua.

Contoh perilaku akan ditiru, bukan hanya perilaku yang baik, tapi juga perilaku buruk. Apalagi ketika perilaku buruk kemudian tidak mendapatkan sanksi. Korupsi misalnya, yang sudah bisa dikatakan sebagai ‘budaya’ di Indonesia. Menyedihkan.

Saat ini saya kira, society kita sudah kehilangan contoh, suri tauladan, role model. Yang tersedia dan tampak ramai di berbagai media massa sayangnya hanya contoh buruk. Pemimpin yang cuek, budaya saling sikut, saling sikat, korupsi, manipulasi, cara hidup individualistik, konsumtif, dan lain-lain, dan lain-lain….

Betapa saya rindu melihat role model a la Indonesia. Dulu, role model saya adalah Cut Nyak Dhien: pemberani, cerdas, memimpin. Kalau pun yang masih hidup, role model saya adalah tokoh fiktif di film seri LA Law.

Dalam film seri yang diputar di salah satu TV swasta tersebut, ada satu karakter pengacara perempuan yang hebat sekali, cerdas, dan pemberani. Bahkan karakter tersebut telah menginspirasi saya untuk menjadi seorang pengacara juga. Namun niat itu saya urungkan mendengar cerita kakak saya bahwa sistem hukum di Indonesia berbeda dengan di Amerika Serikat sana, sehingga tidak memungkinkan pengacara disini untuk berpraktik di pengadilan a la para pengacara di film LA Law. Demikian satu contoh kecil bagaimana keteladanan dan perilaku (even fiktif) bisa menginspirasi orang lain untuk mengikutinya.

Kembali ke pengalaman saya pagi ini, saya menjadi yakin, bahwa pola kepemimpinan yang berlaku di Indonesia adalah ‘leading by example’. Masyarakat sudah bosan dengan berbagai jargon dan slogan. Masyarakat bosan dengan seruan, himbauan, perintah, dll dsbgnya, sementara yang menyeru, menghimbau, dan memerintah tidak menunjukkan perilaku seperti apa yang mereka seru, himbau, dan perintahkan.

Jadi, adakah yang bersedia menjadi pemimpin yang sesungguhnya?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s