the other boleyn girl

Pertama-tama, saya tidak akan banyak membahas film ini. Saya ingin menulis tentang status sosial.

Seorang teman saya pernah bilang, hanya ada dua cara agar seseorang bisa menjadi the fame and famous, yaitu dengan garis tangan, atau dengan campur tangan.

Dengan garis tangan tentu saja itu hak prerogatif Tuhan –siapa ditakdirkan jadi anak siapa, misalnya. Bagi yang tidak beruntung dilahirkan sebagai anak konglomerat, pejabat atau darah biru kaya raya, dia memerlukan campur tangan untuk memanjat tangga status sosial dan bertengger di posisi atas tersebut. Dengan campur tangan ini bisa macam-macam bentuknya, bisa campur tangan kerja keras, sikut sana-sini, injak bawah jilat atas, sampai campur tangan dukun Gunung Kawi kalo perlu.

Banyak sekali film, baik yang berasal dari karya fiksi maupun yang diinspirasi dari kisah nyata, menggambarkan situasi kerja keras dan proses campur tangan yang dilakukan orang untuk bisa masuk dalam golongan orang-orang yang beriman…eh, salah maksudnya, untuk bisa masuk dalam golongan socialites. Dan entah kenapa, the social-ladder climbers ini kok ya kebanyakan perempuan. Atau kalau pun tidak demikian, tapi perempuan dikondisikan seperti itu. Sebut saja film the Memoirs of Geisha, Monalisa’s Smile, Pride and Prejudice –hanya menyebut beberapa contoh.

Saya baru saja menonton The Other Boleyn Girl. Film ini menarik karena punya latar belakang sejarah, yaitu jaman pemerintahan King Henry VIII yang selama pemerintahannya membawa perubahan yang cukup siginifikan bagi kerajaan Inggris, misalnya pemutusan hubungan dengan gereja katolik Roma (dan mendirikan gereja kristen anglican).

Film ini menceritakan bagaimana ‘perjuangan’ kakak beradik keluarga Boleyn yang harus saling sikut untuk bisa mendapatkan status sosial dan masuk dalam ring satu istana. Film ini juga menggambarka bagaimana budaya memiliki selir ternyata tidak hanya terjadi di keraton-keraton Jawa tapi juga di budaya kerajaan Inggris yang sophisticated itu.

Sehabis menonton film ini membuat saya ingin tahu lebih banyak tentang sejarah kerajaan Inggris terutama di masa Henry VIII sehingga saya sibuk googling dan searching di wikipedia. Well, sejarah selalu menjadi interest saya. Dari sejarah kita bisa belajar memahami orang, budaya dan karakternya.

Menariknya, ternyata Ratu Elizabeth II yang duduk di singgasana Kerajaan Inggris saat ini merupakan keturunan dari keluarga Boleyn ini –one of the social-ladder climbers di masanya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s