take me to the moon

Saat ini saya rasa saya sedang memanjakan kemalasan. Kombinasi antara kesibukan, kurang tidur, dan pola makan yang kurang sehat membuat badan saya rasanya pegal-pegal terus. Biasanya, hal-hal semacam ini bisa disembuhkan dengan olah raga. Yoga, jogging keliling stadion utama Senayan atau berenang –beberapa jenis olahraga yang pernah saya lakoni dengan cukup teratur– paling tidak bisa membantu mengeluarkan angin-angin sesat di dalam badan dan melelehkan asam-asam laknat, eh asam laktat yang menempel di persendian. Namun, hasil check-up laboratorium yang menunjukkan indikator-indikator bahwwa jeroan saya berfungsi dengan baik juga ikut memperparah rasa malas itu (ah, males ah olahraga, toh kolesterol gue normal…ginjal normal…hati, jantung normal…)

Intinya, berbagai aktifitas tersebut (cuih..cuih…sok sibuk kalleee…) membuat saya malas bergerak. Akhirnya, jalan keluar yang saya tempuh adalah pijat memijat. Tentu saja saya yang dipijat. Banyak tempat pijat yang bisa meringankan beban kehidupan saya tersebut, mulai dari mbak Yem yang biasa datang ke rumah, sampai tempat-tempat pijat refleksi yang bertebaran di mal-mal di Jakarta dan berbagai airport di seluruh Indonesia (yup..saya menghabiskan waktu menunggu pesawat di bandara dengan dipijat he..he..).

Nah, kali ini saya ingin mereview satu tempat pijat yang enak banget. Cozy Spa namanya, tempatnya di Jalan Gandaria Jakarta Selatan. Cozy Spa awalnya ada di Bali. Temen saya si Onge selalu menyebut tempat ini sebagai tempat favoritnya kalau ke Bali. Nah sejak beberapa waktu yang lalu (mungkin hampir setahun ya…) Cozy buka cabang di Jakarta. Karena waktu ke Bali sama teman-teman dulu nggak sempat ke sana (malah ke tempat pijat shiatsu dimana kita diinjak-injak dengan suksesnya), maka lah saya iseng-iseng mencoba Cozy versi Jakarte ini.

Cozy menawarkan beberapa paket pijat. Mulai dari pijat refleksi sampai pijat seluruh badan. Karena memenuhi panggilan kemalasan badan ini, saya tanpa ragu-ragu mengambil paket pijat seluruh badan, namanya paket ‘take me to the moon’ (saya selalu salah menyebut sebagai paket ‘fly me to the moon’ seperti judul lagu…jelas aja si mbak-mbaknya bingung… heh, what??).

Paket ‘take me to the moon’ ini memang benar bisa membawa kita melayang-layang, walaupun nggak sampai ke bulan. Dari ujung kaki sampai ujung kepala kita dimanjakan dengan pijatan a la Cozy yang dilakukan oleh mbak-mbak para massager yang skillful dan berpengalaman. Dua jam penuh. Uniknya, disini pun kepala kita diputar-putar, walaupun jauh dari brutalitas inang-inang pemutar kepala dari Batak Karo sana.

Intinya, keluar dari sana, kita seolah-olah serasa dilahirkan kembali (hahahha…lebay yak?). Tapi, ada rupa pasti ada harga. Yah, untuk kenikmatan selama dua jam itu kita memang harus merogoh kocek cukup dalam. Dan beban kehidupan yang semakin berat ini tidak membolehkan saya untuk sering-sering kesana, bisa-bisa sakit kanker alias kantong kering (huaa…jadul banget istilahnya). Eniwei, Cozy deserves my review (hahhaa…syapa gue yah?) ;p

Dan rasanya saya harus mulai melirik sepatu keds saya yang selama ini tersimpan rapi di boxnya dan jalan-jalan di seputar rumah saya sebagai jogging tracknya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s