kungfu panda

Lagi-lagi membahas film. Tapi nggak apa-apa lah, berhubung film yang akan saya bahas ini sangat istimewa. Menonton Kungfu Panda adalah saat yang saya tunggu-tunggu. Biasa…susah cari waktu adalah alasan klasik yang selalu saya kemukakan. Walaupun premier tayangnya sudah cukup lama, namun saya tidak merasa ketinggalan jaman untuk tetap menontonnya dengan bersemangat. Apalagi dalam situasi diri saya yang sedang dilanda virus kemalasan yang cukup dahsyat, saya berharap Kungfu Panda bisa membuat saya sejenak melupakan beban kehidupan dan mengembalikan semangat saya (leebbbaaayyy…).

Anyway, ternyata menonton Kungfu Panda is very very good for your health. Dijamin rupiah yang dikeluarkan tidak sia-sia. Selain bisa tertawa terbahak-bahak dari awal sampai akhir film, Kungfu Panda juga menyajikan nilai-nilai, pembelajaran serta filosofi yang cukup dalam.

Saya tidak akan menceritakan filmnya, lebih baik tonton sendiri, nggak akan rugi. Saya ingin menceritakan pelajaran apa yang bisa saya petik dari film ini.

Pertama, Kungfu Panda mengajarkan bahwa tak ada yang kebetulan dalam hidup ini. There is no accident, demikian kata Master Guru Oogway. Everything happens for a purpose. Kita tidak dapat menolak takdir yang sudah dituliskan. Kita hanya bisa mempengaruhi proses menuju takdir kita tersebut, baik secara sengaja ataupun tidak. Kita sadari ataupun tidak kita sadari. Po si Panda montok, tak pernah mengira bahwa dia ditakdirkan untuk mengemban tugas yang begitu berat, yaitu melawan kebatilan. Walau nampaknya itu adalah suatu mission impossible, toh kita semua tahu, di kolong jagat ini tak ada satu pun yang tak mungkin.

Pelajaran kedua, sama dengan inti ajaran Sang Buddha. Kekinian. Sekarang. Saat ini. Detik ini. That is what matters. Sang Master Guru Oogway bilang: Yesterday is history, tomorrow is mystery, and today is a gift. That’s why it’s called ‘present’. So, leave the past as the past. Don’t try to secure your future. Just finish what’s on your plate now. Gitu lah kira-kira.

Pelajaran ketiga, yang sangat saya suka, adalah just be yourself. Jangan coba-coba menjadi orang lain. Jadilah dirimu sendiri. Tiap individu adalah amazing and unique creature. Kita nggak pernah tau potensi apa yang kita miliki. Dan terkadang, sesuatu di diri kita yang kita anggap biasa saja ternyata merupakan sesuatu yang luar biasa bagi orang lain. So, being grateful for what you are and what you have now is very imprtant.

Pelajaran keempat, live up your passion. Po sangat menikmati dirinya yang doyan makan. What the heck anggapan orang, katanya. Food is my passion. Food is what I like. So again, live up your passion, things that you love to do. If you haven’t find any, find it. It makes the life you live more meaningful.

Pelajaran kelima: Kejar, lalu tangkaplah keinginan dan cita-citamu, seperti halnya si Po mati-matian mengejar, jungkir balik dan menangkap bakpao kegemarannya. Nyammmm…. Niat dan keinginan yang kuat dapat mengalahkan keterbatasan. Sekali lagi, kita tak pernah tahu potensi apa yang kita miliki bila kita tidak mengeksplorasinya.

Pelajaran keenam, you have to believe in yourself. Percayalah pada diri kita, percaya pada apa yang kita miliki dan mampu kita lakukan. You are what you see you are. There’s no secret ingredient, kata bapak si Po. If you think you’re a fool, then you are a fool. If you think you are an invincible kind hearted kungfu master, then you are an invincible kind hearted kungfu master, seperti Po melihat dirinya pada Gulungan Naga yang sakral itu.

Pelajaran ketujuh: Play folks! Bermainlah! Life is a playground. Master Shifu bilang kepada Po: When you are serious, you suck. Hehehe… Maka bermainlah. Bermain adalah sifat dasar manusia, jangan diingkari.

Dan the last but not the least, ada satu lagi yang membuat saya tersenyum simpul. Tiket nonton bioskop saya. Disana tertulis Kungfu Fanda. Ya ya ya….nampaknya penjual tiketnya bingung, ini ep pada panta? atau pe pada pespa? Hehehe…the fun is not limited inside the theater only nampaknya ;p

Jadi, sekali lagi, bagi yang belum, nonton deh film Kungfu Panda. Dijamin gak nyesal. Bagi yang sudah, pelajaran apa yang bisa kamu tarik dari film ini? Mind to share?

2 Comments

  1. Yuuukk…besok aja apa? Kurang nih dosisnya gue, masih belum bersemangat penuh…perlu suntikan si Po lagi hehehe… Pasti si Indah doyan tuh, kan rada2 kayak ketoprak humor juga tuh si Po… ;p

  2. My favourite line: “there’s no secret ingredient!”. It applies to almost everything in life-lessons. Yuk kita nonton lagi, ajak si Indah juga. Di Setiabudi aja, kan tinggal nyebrang tuh dia. Gimana? Gimana? Gimana?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s