korban lapindo dan adinda bakrie

Akhir minggu ini, hari Jumat tepatnya, ponakan Aburizal Bakri akan melangsungkan pernikahan. Pernikahannya konon bak cerita dongeng Cinderella, yang tentunya akan dihadiri para celebritas, socialita, pebisnis konglomerat sarat utang yang utangnya ditalangi pajak publik, dan pejabat-pejabat korup pemakan uang rakyat. Salah satu blog socialita menceritakan bahwa pernikahan tersebut dirancang oleh event organizer kelas dunia yang berpengalaman menangani event-event celebritas dunia. Dari foto-foto pre-wedding yang ditampilkan saja bisa dibayangkan bahwa pernikahan itu akan menghabiskan biaya milyaran rupiah.

Melihat kenyataan tersebut, pikiran saya kembali melayang kepada anak-anak korban lula, lumpur lapindo. Mereka susah makan, nggak bisa sekolah. Malu. Sakit hati. Marah. Lelah. Teriakannya tak didengar. Kepedihannya tak dihiraukan.

Sebenarnya saya tak terlalu pusing dengan pernikahan Adinda. What the heck. Don’t know, don’t care, don’t give a damn. Saya cuma pusing ada dua kenyataan ekstrim yang disuguhkan di hadapan saya yang sangat mengganggu akal sehat saya.

[sumber foto: jakartasocial.wordpress.com, korbanlapindo.blogspot.com]

5 Comments

  1. miris, hatiku terbelah-belah rasanya ketika the groupies itu ‘menendang’ orang2 kyk mbak yaya ini sebagai orang yg iri. aku jg gak ambil pusing dengan pernikahan adinda, entah brapa milyar yang dihabiskan, cuma entah mengapa ada yang menganggu di batinku. Tiap hari aku melewati jalan siring, sidoarjo yang makin lama makin kumuh berdebu. Kemudian membuka blog para gropies itu, wangi dan bercahaya. hatiku pun makin terbelah-belah, tak rela dengan semua kemewahan itu meski aku bukan korban, meski aku bukan keponakan bakrie.

  2. hmmm…link gue lo taro di web para socialita? wah, gawats…nanti blog gue diserbu sama para groupies dan centeng setia para celeb and socialtes itu dung? hehhehe… tapi, syapa takut??! ;p

  3. hicks, emang mbak, aku juga suka rada eneg liat majalah2 socialita itu. emang sih awalnya ‘ngapain sih gak usah dipikirin, wong mereka punya duit..suka2 mereka, mungkin charity mereka juga banyak..” tapi ternyata ada hubungannya ya, antara kebanyakan ngurus hal2 gak penting, si anu pake baju merek anu, sama lupa sama hal-hal yang lebih penting..yaitu hak hidup orang ternyata bergantung juga sama mereka..huhu. btw link blog mbak yaya ini aku paste di page socialita tuh.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s