radar-like mind

Peristiwa 1.

Satu ketika saya bersama teman-teman pergi jalan-jalan. Dan seperti biasa, omongan kami pasti akan sampai ke topik makanan. Kali itu yang kami perbincangan adalah menu bebek –bebek di Surabaya, bebek di Banjarmasin, dan restoran-restoran bebek lainnya. Di tengah perbicangan kami tiba-tiba seorang teman saya menunjuk ke luar mobil dan berseru “Tuuhh ada warung jualan bebek”. Gak jauh dari sana kami spotted lagi satu restoran bebek panggang, dan dalam perjalanan yang memakan waktu tempuh kurang dari satu jam itu ‘tiba-tiba’ kami menemukan 3-4 restoran atau warung tenda yang menjual menu bebek.

Peristiwa 2.

Seorang teman saya bercerita bahwa dia harus membeli mobil baru, karena mobil yang lama sudah dijual. Merk apa, saya tanya dia. Dia menyebutkan satu merk. Berhubung sekarang ini banyak sekali merk mobil baru yang keluar bertubi-tubi (thanks to IMF yang memaksa pemerintah Indonesia membuka keran impor mobil built-up sehingga jalan-jalan menjadi macet seperti sekarang), saya tidak ngeh seperti apa mobil yang dimaksud. Maka ketika di jalan saya membaca merk mobil seperti yang dia sebutkan itu, kontan mulut saya berseru, ooooh…yang seperti itu tho mobil yang dia maksud. Dan tau kah apa yang terjadi sejak saat itu hingga saat ini? Entah kenapa, setiap kali saya ada di jalan, tau-tau di depan saya ada mobil itu. Atau ketika saya menoleh ke samping, eh mobil itu lagi. Dan pergi ke beberapa tempat pun tiba-tiba mobil yang dipakir di sebelah juga mobil tersebut. Hmmm…kenapa tiba-tiba ini mobil jadi mobil sejuta umat begini ya?

Peristiwa 3.

Waktu sedang makan dengan seorang teman, dia mengeluarkan bungkus rokoknya di atas meja. Ih, lucu banget ni rokok, bungkusnya mungil nggak seperti bungkus rokok biasa, pikir saya. Ada tho yang kayak begini, ucap saya di dalam hati (maklum, saya non-smoker jadi nggak pernah memerhatikan perkembangan dunia per-rokok-an). Eh, apa yang terjadi setelah itu? Sepulang dari tempat makan, saya ngelihat ada iklan rokok itu di majalah, dan di billboard ukuran sedang di pinggir jalan. Lalu ada juga promosinya di satu mall yang saya kunjungi keesokan harinya.

Peristiwa 4.

Satu lagu dari grup band Ungu pernah ‘menghantui’ saya karena saking dalamnya saya menghayati kata-katanya, saya ‘tiba-tiba’ mendengar lagu itu diputar dan dimainkan dimana-mana. Di mobil dalam perjalanan antar-kota, di warung makan, dinyanyikan tukang ngamen, di radio, dll dll.

Setelah saya ingat-ingat, cukup sering saya mengalami peristiwa semacam di atas. Nampaknya, otak kita bekerjanya seperti radar. Topik pembicaraan, pemikiran, atau apapun yang sempat menempel di otak seolah-olah jadi data yang diinput ke otak sehingga kemudian otak kita mulai ‘searching’ object di sekeliling kita yang sesuai dengan data yang diinput tadi. Dan ketika sinyalnya didapat, si otak memerintahkan panca indera kita untuk melocate atai spotting object tersebut. Itu yang membuat kita tiba-tiba menoleh ke arah tertentu, dan kok ya yang kita lihat restoran bebek, atau mobil MPV tadi, atau merk rokok yang bungkusnya lucu itu.

Atau, bisa jadi otak kita mulai mengirimkan sinyal-sinyal-entah-apa ke semesta yang menyebabkan peristiwa-peristiwa yang mengandung atau berhubungan dengan object tadi tertarik ke dalam kehidupan kita, dan membuat kita mengalaminya.

Well, itu cuma teori saya aja. Tapi, saya belum terpikir penjelasan lainnya…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s