bangga jadi orang indonesia(?)(!)

Sehabis membaca blog teman saya yang sedang getol membahas Indonesia, saya jadi tergelitik untuk juga menulis tentang Indonesia dan kebangaan menjadi orang Indonesia. Yah, di tengah berbagai keterpurukan bangsa saya ini, masih terselip sedikit rasa bangga saya. Mungkin terdengar aneh dan lucu, tapi iya, ada beberapa hal yang saya banggakan sebagai orang Indonesia dan selalu saya ungkapkan bila saya bertemu dengan teman-teman manca negara, walaupun memang kebanggan itu berasal dari sejarah.

Saya kagum dan bangga sekali pada para founding fathers bangsa ini. Di usia mereka yang masih relatif muda pada saat itu, mereka memiliki visi kebangsaan dan semangat toleransi yang sangat besar. Kepentingan untuk memerdekakan bangsa-bangsa terjajah yang ada di seantero kepulauan nusantara dari penjajahan bangsa lain mengalahkan segala bentuk ego kesukuan, agama maupun golongan.

Satu hal yang saya banggakan dari Indonesia adalah bahwa sebagai bangsa kita tetap dapat mempertahankan keberagaman kita sampai saat ini. Saya bangga bahwa berbagai bangsa penjajah yang menjajah nusantara berabad-abad –mulai dari Portugis, Belanda, Jepang– tidak berhasil mengubah identitas bangsa-bangsa di nusantara ini. Lihatlah Amerika Latin. Penjajahan bangsa Eropa telah menghilangkan kebudayaan dan bahasa mereka. Benua itu sekarang berbahasa Spanyol dan Portugis. Lihat juga Afrika. Mereka sekarang berbahasa Inggris dan Perancis. Bahasa-bahasa lokal mereka hilang, budaya mereka pun lenyap. Kalaupun ada, mungkin itu sangatlah marjinal. Lihat beberapa bagian dari Asia seperti Philippina dan beberapa negara di kawasan Mekong, mereka berbahasa Inggris dan Perancis.

Thanks to Bapak-bapak bangsa kita yang di tahun 1928 mendeklarasikan perserikatan bangsa-bangsa nusantara. Yah, Indonesia sejatinya adalah miniatur PBB, United Nations. Ada nation Celebes, nation Jawa, Sunda, Sumatera, Melayu, Dayak, Bugis, Batak, dll dll. Mereka membangun kekuatan dengan berserikat, bersatu, namun tidak menyeragamkan diri. Mereka mengikuti sifat alam yaitu mempertahankan keragaman dan berco-exist untuk tidak terjebak pada monokulturisasi. Dalam ilmu alam, semakin tinggi keragaman, semakin rendah kerentanan.

Maka saya sangat sebal bila ada sekelompok orang yang berusaha menyeragamkan semuanya. Sesungguhnya kalau mau menuduh, merekalah yang tidak nasionalis. Penyeragaman dan pemaksaan satu paham, satu budaya, satu pandangan, sesungguhnya adalah pengkhianatan dari visi dan kerja keras bapak-bapak bangsa kita.

Seharusnya yang menyatukan bangsa ini adalah cita-citanya, sebagaimana yang tercantum dalam Pembukaan UUD 1945 yang sampai sekarang masih menggetarkan hati saya ketika membacanya:

Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan.

Dan perjuangan kemerdekaan Indonesia telah sampailah kepada saat yang berbahagia dengan selamat sentausa mengantarkan rakyat Indonesia ke depan pintu gerbang kemerdekaan negara Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur.

Atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa dan dengan didorongkan oleh keinginan luhur, supaya berkehidupan kebangsaan yang bebas, maka rakyat Indonesia menyatakan dengan ini kemerdekaannya.

Kemudian daripada itu untuk membentuk suatu Pemerintah negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial, maka disusunlah Kemerdekaan Kebangsaan Indonesia itu dalam suatu Undang-undang Dasar negara Indonesia, yang terbentuk dalam satu susunan negara Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat dengan berdasar kepada: Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan yang adil dan beradab, Persatuan Indonesia, dan Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan, serta dengan mewujudkan suatu Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Kalau kita cermati, di dalam Pembukaan UUD 1945 ini ada terminologi rakyat, bangsa, negara Indonesia. Jelas sekali disini hirarkinya, menurut saya. Ada rakyat yang mendiami pulau-pulau (nusantara) yang kemudian bergabung dalam suatu bangsa; lalu bangsa-bangsa yang ada di nusantara tersebut bersepakat untuk berserikat dan menyatukan diri dalam satu negara yang disebut Indonesia. Jelas sekali disini bahwa bapak-bapak bangsa kita mengidamkan keberagaman, dimana semua paham, budaya, dan pandangan dapat hidup dan berkembang.

Dan jelas sekali dalam paragraf ke-4, tugas Pemerintah negara Indonesia adalah melindungi segenap bangsa Indonesia, dan bukan merepresinya atau bahkan balik menjajahnya.

Kadang saya berkhayal seandainya saja ada pemimpin di Indonesia saat ini yang benar-benar memiliki visi kebangsaan. Dan saya pikir tidaklah salah bila rakyat dan bangsa-bangsa yang semula bersepakat untuk berserikat menarik kepercayaannya kepada pemerintah negara Indonesia, ketika pemerintah negara Indonesia tersebut tidak menjalankan tugas sebagaimana yang diamanatkan dalam Pembukaan UUD 1945.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s