to fast or not to fast, that’s not the question

Niat di awal untuk memperbaiki puasa gue kali ini belum juga terpenuhi. Kayaknya memang niatnya kurang kuat dan kebanyakan melakukan kontemplasi based on aliran spiritual instead of religius. Gak pa-pa lah, namanya juga pencarian.

Lucu juga sih hasil kontemplasi gue, jadi menemukan berbagai teori a la gue sendiri. Salah satunya tentang sholat dan puasa.

Gue sering bertanya-tanya sendiri, sebenernya kenapa sih orang pada rajin sholat tapi kelakuan gak pernah berubah? Tetep nyolong, tetep bohong, tetep nipu, tetep korupsi? Ternyata setelah gue pikir-pikir, kebanyakan orang juga nggak ngerti kenapa dia sholat. Sholat dalam perjalanannya kemudian cuma menjadi kebiasaan: kayak mandi sehari itu 2 kali, makan 3 kali, dan rutinitas harian lainnya. Gak pernah tuh dipertanyakan, kenapa elo mandi: perlu gak sih? Kenapa elo makan: lapar gak sih? Kenapa beli ini beli itu: perlu gak sih?

Sholat sejauh ini cuma jadi kegiatan fisik 5 kali sehari, tanpa banyak yang mempertanyakan kenapa sebenernya dia sholat. Kalo ditanya, pasti jawabannya: kewajiban, biar gak masuk neraka, biar dapet pahala. Jadi semuanya pamrih. Gimana kalo surga atau neraka itu nggak ada ya, apakah kita orang masih pada sholat?

Begitu juga puasa. Kenapa sih puasa? Gue belum menemukan jawabannya dari diri gue sendiri, kecuali bahwa puasa memberi gue manfaat kesehatan karena ngasih waktu break buat sistem di badan gue. Well, kalo gitu jawabannya, ya gak usah lah makan minum berlebihan di hari-hari biasa, kan?

Firman Allah: Hai orang-orang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa, sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu, agar kamu bertaqwa.

Ada beberapa hal yang gue pahami dari ayat di atas: puasa diwajibkan hanya untuk orang yang beriman, orang yang percaya. Untuk apa? agar orang-orang beriman itu bertaqwa. Jadi bukan soal nggak makan dan nggak minumnya. Nah, kalo masih nyolong dll, ya…berarti dia belum mencapai tujuan puasa itu. Yah, wallahu a’lam.

Gue sendiri ngerasa, gue masih kacau balau. Beriman sih iya. Tapi bertaqwa? Wah, kayaknya masih jauh. Jadi daripada gue malu sama diri gue sendiri (dan sama Allah tentunya), ya mending gue gak puasa deh. Halahhh!!

Pembenaran? Mungkin iya, mungkin enggak. Gak tau lah. Gue jalanin aja yang gue rasain. Gue sedang dalam tahap pencarian, dan lagi mau mempertanyakan semuanya. Toh Allah juga yang memerintahkan supaya kita melakukan segala sesuatu dengan pemahaman, dan bukan cuma asal melakukan. Wallahu a’lam.

Anyway, selamat lebaran buat kita semua. Selamat merayakan Hari Raya. Maafkan lahir batin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s