procrastinatng-2

Hmmm….menjelang akhir tahun begini, hobby refleksi dan kontemplasi gue muncul lebih intens. Gawatnya, muncul satu pertanyaan di pikiran gue: “who am i?” Belum lagi itu pertanyaan bisa gue jawab, eh muncul lagi yang satu ini: “what do i want?” Sialan juga, giliran gue lagi dikejar-kejar deadline gini muncul ide untuk bikin vision board. It sounds much more interesting than doing those tasks i must accomplish. Damn!

Anyway, gue teringat apa perkataan dari Erich Fromm: “if i am what i have, and if i lose what i have, who then am i?” Jadi inget pelajaran matematika. Kembali ke pertanyaan di atas tadi, siapa sih gue? Apakah gue mendefinisikan diri gue dengan apa yang gue punya? Well, setahun terakhir ini memang gue punya sesuatu yang precious banget, dan kayaknya (sekali lagi kayaknya, if I have to follow the rule and order), gue musti let go this something. Kata orang, ini seperti ada dan tiada. Seperti air, bisa dilihat tapi nggak bisa digenggam. Seperti udara, bisa dirasakan tapi nggak berwujud. Setahun terakhir ini gue seperti khafilah yang lagi berjalan di padang pasir. Nemu oase, buat rehat sejenak, ngelepas lelah, leyeh-leyeh…but in the end, the journey must continue. Khafilah musti ninggalin oase.

Mbayangin perkataan Erich Fromm, kayaknya menakutkan banget kalo gue musti kehilangan diri gue hanya karena gue kehilangan that sumthing. Tapi mbayangin hari-hari gue selanjutnya yang nggak akan sama lagi pun sama mengerikannya. Hhhhh…tough choice!

Jadi gue musti gimana?

Kata orang, if you don’t know what to do, do nothing. Hahahaha… Jadi ngapain gue ngoceh dari tadi, kalo jawabannya do nothing ya?!! Huaahhh, otak gue emang perlu didefrag…

1 Comment

  1. hmm.. WOW aku sangat terhibur. *bukan maksudnya ngenyek* tapi aku pikir, anak seumur aku yang lagi gencar mencari jawab ‘who really am i?’..
    ternyataaaa pertanyaan itu emang susah ya dijawab, bahkan untuk orang-orang yang lebih matang sekalipun??

    kata rere sama masgali, kita harus tetep menjaga pertanyaan dan kegelisan dalam diri kita, biar kita gak ‘mati’.
    Lagian, menurutku, orang yang udah menemukan dirinya adalah orang tetap bertanya siapa dirinya saat itu, karena dia sadar bahwa hidup adalah perjalanan, bukan tujuan. Hidup, sama seperti cinta dan Tuhan itu pengalaman bukan penjelasan. Bukan pencarian siapa kita, tapi penciptaan diri sendiri…

    duuuuuh maaf STB (sok tau banget).. kelamaaan jadi adenya rere dan masgali sih.. hahahaha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s