ada apa dengan blackberry?

blacberry-bold-1

Yah, ada apa dengan Blackberry? Beberapa bulan terakhir ini, nampaknya Blackbery menjadi wabah dan plaque yang membuat orang attach dan tak bisa berpaling darinya.

Kemarin saya ke mall untuk memperbaiki modem internet saya yang ngadat, dan kebetulan teman saya pun sedang perlu membeli modem baru untuk mengganti modem lamanya yang rusak. Dan yang saya lihat di mall itu sangat menakjubkan. Blackberry dimana-mana!! Benar-benar wabah! Selama ini saya tidak memperhatikan fenomena tersebut. Teman saya yang lain bilang, bahkan sekarang ini jika kita ingin membeli blakberry di operator selular, kita harus indent dulu. Gila ya!

Padahal kalau dilihat dari fungsinya, blackberry itu justru membuat kita tak terpisahkan dari pekerjaan. 24/7 kita selalu akan diganggu dengan email yang masuk bagai sms. Bayangkan! Mantan bos saya dulu, bahkan sempat mengeluh karena para petinggi di organisasi internasional tempat saya bekerja saat itu harus memakai blackberry dengan alasan perbedaan waktu di berbagai negara tempat beroperasinya organisasi saya tersebut. Jadi, siap2 terima request dari kolega di Eropa pada tengah malam, misalnya.

Tapi fenomena yang terjadi di Indonesia, di Jakarta tepatnya, mungkin jauh sekali dari fungsi blackberry yang sesungguhnya. Blackberry saat ini hanya menjadi simbol. Simbol seseorang untuk dijuluki sebagai trendy dan selalu mengikuti perkembangan jaman. Jika pada kenyataannya blackberry itu hanya digunakan untuk mengupdate status di facebook, atau memblasa email-email dari mailing list gak penting yang diikuti, ya be it, who cares? Yang penting kemana-mana orang bisa melihat dia menenteng2 benda sebesar telapak tangan tersebut.

Lagi lagi, dan lagi lagi keseragaman menjangkiti orang-orang Indonesia. Mungkin pertanyaannya bukan ‘ada apa dengan blackberry?’, tapi ‘ada apa dengan orang-orang Indonesia?’

Memang orang-orang yang aneehh!!

4 Comments

  1. aauw.. ouch.. jangan gitu dong..
    aku BB user nih..

    lebih terbahak2 lagi kalo ngeliat anak2 SD di sekolahku.. yap SD a.k.a sekolah dasar yang uda pake BB kemana2 yang dipake untuk maen nickelodeon atau disney online di internet dengan kondom beraneka warna neon..

    tapi kadang ironis ooh ironis.. ibuku punya 1 BB curve dan 1 BB pearl, papaku punya 1 bb bold dan 1 bb curve.. aku?? kalo boleh mah gak usah pake deh.. beraaat bo segede bata (lebay..)
    aaw aaaw.. gmana dong mau protes? saya bagian dari ke-autisan itu, indeed i know it’s weirdo..

    seandainya aku bisa lepas…. lepas dari jerat kapitalis yang dibenci rere dan masgal.. lepas dari segala keseragaman… uugh

  2. pernah denger istilah “update status mu sampai ke liang lahat”.. ? hehe..blackberry memungkinkan untuk itu, mau sesibuk apapun, lagi masak, lagi macet di jalan, ngejar deadline, atau (kasarnya) udah mau menemui ajal, tetep harus sempet update status YM or facebook lewat blackberry.. biar tetap trendy sampai akhir hayat. indonesia pisan

  3. lebih uaanneh lagi, mereka menyebut dirinya autis tuh dengan rasa bangga loh, instead of merasa dirinya ‘sakit’…hehe.. lucu-lucu memang orang indonesia…

  4. Sering para pemakai blackberry menyebut dirinya autis. Jadi secara tidak mereka sadari dan tidak mereka bisa kendalikan mereka akan pengen online terus, pengen pegang berry terus, pengen buka dan tulis email terus, email datang terus, semakin banyak unread mails, semakin banyak unanswered YM message.

    Mirip orang keranjingan sms namun dalam taraf yang jauh lebih parah.

    Istilah ‘autis’ itu sendiri di buat oleh para pemakainya yang mungkin memang merasa bahwa mereka sedang ‘sakit parah’.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s