papua


Bertahun lalu saya pergi ke pulau surgawi, Papua, dan terpaksa harus menyaksikan dua kontras yang tak bisa diterima akal sehat. Bagaimana bisa di tanah yang indah ini pemerkosaan terhadap ibu pertiwi dilakukan secara telanjang dan tak seorang pun yang mampu menghentikannya? Bagaimana bisa kejernihan sungai-sungainya dicemari dengan brutalnya seperti urat nadi yang disuntik racun tiada henti. Saat itu saya marah dan sekaligus merasa sangat kecil dan tidak berdaya. Jika negara saja tak bisa menghentikan, apalagi saya dan teman-teman? Mungkin bagi mereka kami hanyalah semut yang dengan mudah dapat dikibas dan dienyahkan.

Bertahun lalu pula saya menginjakkan kaki ke bagian lain dari pulau surgawi ini, di wilayah yang masuk dalam teritori Papua Nugini. Ketakjuban dan kemirisan yang sama pun saya rasakan. Baik di barat maupun timur dari Pulau New Guinea ini, keadaan tak berbeda — indah, namun suram.

Dan ketika kembali saya menginjakkan kaki di pulau ini ketakjuban saya tetap sama, bagaikan baru melihat pemandangan yang saya saksikan untuk pertama kalinya. Hutan perawan yang rapat tergelar di bawah sana seperti permadani. Mungkin masih tepat lah kalau disebut sebagai jamrud di khatulistiwa. Namun jamrud khatulistiwa ini terancam, oleh berbagai kepentingan, baik politik maupun ekonomi. Politik siapa dan ekonomi siapa masih menjadi pertanyaan besar yang tak berkesudahan diperdebatkan.

Pertanyaan besar muncuk di kepala, akankah jamrud khatulistiwa yang tersisa ini harus dicabik-cabik? oleh deru bulldozer, oleh ledakan dinamit dan tangan-tangan kotor, hanya demi satu kata: p e m b a n g u n a n.

Kembali saya terusik. Dan saya berjanji, saya tidak mau tinggal diam.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s