peace of mind?

Entah kenapa tahun ini saya merasakan Ramadhan dan suasana menjelang Idul Fitri yang agak berbeda dengan beberapa tahun terakhir. Tahun-tahun belakangan ini saya selalu menjadi grumpy setiap kali masuk bulan Ramadhan. Saya selalu sebal melihat banyak kemunafikan –yang evil di bulan-bulan normal tiba-tiba jadi baik di bulan Ramadhan, misalnya. Saya selalu protes melihat justru di Ramadhan ini orang menjadi overconsumed –makan sampai perut mau meletus setiap berbuka puasa. Atau misuh-misuh sendiri mendengar suara mercon dan petasan yang memekakkan telinga, dan ngedumel nggak jelas kenapa masih ada aja orang yang mengambil keuntungan dari permainan yang berbahaya itu.

Itu saya di tahun-tahun terakhir. Tahun ini saya merasakan hal yang berbeda. Saya cuma senyum aja melihat “kemunafikan” yang dipertontonkan –bahkan sempat terlintas di benak saya untuk tidak su’udzon, siapa tahu orang-orang tersebut memang tulus berubah. Saya bahkan merasa senang melihat berbagai macam makanan terhidang saat waktunya buka puasa dan ikut rebutan makanan saat berbuka beramai-ramai baik dengan keluarga maupun teman (walaupun saya sendiri tidak makan berlebihan karena somehow saya merasa cepat kenyang di bulan puasa ini). Bahkan setelah bertahun tidak pernah membeli baju baru untuk berlebaran, saya kali ini memanjakan diri saya dengan membeli satu stel pakaian baru dan alas kakinya.

Dan di malam takbiran ini saya justru menikmati suara mercon dan petasan yang bersahut-sahutan dan membuat saya serasa berada di tengah medan perang. Ini pun ditambah dengan kumandang takbir dari mesjid dan musholla di sekitar rumah yang berlomba-lomba untuk menjadi yang paling keras.

Saya yang dulu skeptis dan menganggap ucapan ‘maaf lahir batin’ semata ucapan basa-basi malah dengan rajinnya membalas setiap ucapan senada di Facebook, Twitter, maupun SMS –bahkan ketika itu tidak secara khusus ditujukan kepada saya. Saya ucapakn itu dengan tulus, karena mereka teman saya, sahabat saya, saudara dan keluarga saya. Sebagai manusia bisa saja saya melakukan kesalahan yang saya tak sadari, berbuat sesuatu yang menyusahkan orang lain. Well, kita tidak pernah tau seberapa besar skala dampak akibat sikap, perkataan, dan perbuatan kita, baik yang langsung maupun tidak langsung, bahkan terhadap orang yang tidak kita kenal. So saying sorry is just so worth it.

Seluruh suasana ini yang menjadikan Ramadhan dan Idul Fitri di Indonesia sesuatu yang unik dan tak ada duanya di dunia. Sesuatu yang membuat kita feel at home –lengkap dengan  segala kekacauan dan kekisruhan yang senantiasa terjadi di bumi nusantara ini.

Entah lah, saya pun heran dengan apa yang terjadi dengan diri saya saat ini. Apakah ini yang dinamakan peace of mind? Hidup tanpa beban? Perasaan pasrah dan bahagia? Or am I just tired to be cynical? I don’t know. Entah lah.

Terakhir saya menikmati sensasi Ramadhan dan Idul Fitri semacam ini mungkin ketika saya SD atau SMP — ketika Ramadhan dan Lebaran artinya pergi beramai-ramai ke toko dan membeli pakaian baru; ketika Ramadhan dan Lebaran adalah es blewah dan kue ketan srikaya buatan nenek, juga berarti liburan, yang biasanya kami habiskan di kampung halaman ibu saya bersama nenek kami tercinta.

Dan kali ini yang saya rasakan, saya hanya ingin involved di dalam suasana ini. Saya ingin menjadi bagian dari festivity-nya, saya ingin menyatu dengan energi positif yang dipancarkan oleh orang-orang yang sedang berbahagia ini, saya ingin memberi, saya ingin berbagi dan memancarkan balik energi positif yang sama.

Dan seperti seorang sahabat selalu bilang pada saya, don’t analyse life, just live it. And live it the fullest, in the now!

So, selamat Idul Fitri. Mohon maaf lahir dan batin. Semoga kita berhasil melalui tantangan sebenarnya di bulan-bulan ke depan. Amiin…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s