nothing to lose

Ada yang pernah bilang, di dalam setiap pertanyaan yang kita ajukan sebenarnya sudah terdapat jawaban. Atau dengan kata lain, kita –dengan berbagai pengalaman hidup kita sendiri maupun belajar dari pengalaman orang lain– sudah mengetahui solusi dari persoalan yang kita hadapi. Toh persoalan kehidupan itu-itu saja, yang membedakan adalah pengalaman dan respon tiap individu ketika menghadapi persoalan itu.

Mengetahui solusi satu persoalan adalah satu hal, benar-benar melaksanakan solusi tersebut tentunya hal lain lagi. Having the knowledge is good, but action is what makes the difference.

Lalu apa yang membuat kita tidak melakukan apa yang kita tahu seharusnya kita lakukan?

Konsekuensi!

Aku pikir, yang membuat kita tidak mau melakukan apa yang seharusnya kita lakukan adalah soal konsekuensi. Kita tahu setiap tindakan pasti ada konsekuensi yang menyertai, apakah itu positif bagi kita ataupun tidak positif. Kebanyakan, kita merasa tidak siap menerima konsekuensi, yang artinya kita juga tidak siap menghadapi perubahan. Tapi kupikir, dalam kehidupan yang cuma satu kali ini semuanya, every single action, adalah trial and error –bahkan untuk sesuatu hal yang sudah dikerjakan berkali-kali, karena dimensi waktu tidak dapat kita rekayasa.

Kita tidak akan bisa mendapatkan dua kondisi yang sama persis plek ketiplek dalam dua timing yang berbeda. Never. Sehingga selalu siap dengan situasi tak terduga adalah suatu keniscayaan. Lagian itu kan intinya mengalami hidup? Akan sangat membosankan ketika hidup menjadi suatu hal yang dapat dengan mudah diduga.

Penyebab lain yang lebih mendasar lagi dari “ketidaksiapan” tadi adalah perasaan takut. Ya, takut. Banyak jenisnya rasa takut itu. Dan kata satu orang terkenal, satu hal yang harus kita takuti adalah rasa takut itu sendiri. Dengan kata lain, jika kita mulai merasa “takut” — yang sering kali diekspresikan dalam bentuk atau kata yang berbeda — maka waspadalah, karena itu yang akan menghambat kita untuk melangkah.

Dan kini aku punya satu pegangan yang mungkin juga berguna bagi orang lain di saat menghadapi dilema “action vs konsekuensi” tadi. Ini quote dari Steve Jobs, CEO dan pendiri Apple. Dia bilang,”Remembering that you are going to die is the best way to avoid the trap of thinking you have something to lose. You are already naked. There is no reason not to follow your heart“.

Kupikir benar juga, lagian what doesn’t kill you, only makes you stronger… 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s