ONROP! musikal

ONROP! musikal adalah pertunjukan drama musikal yang ditulis dan disutradari oleh Joko Anwar, seorang sutradara muda berbakat yang telah menghasilkan beberapa film Indonesia yang dianggap cukup berkualitas. ONROP! musikal merupakan satu kritik sosial yang dituangkan dalam bentuk parodi dan musik, sehingga walaupun tema yang diangkat cukup serius namun dengan pengemasan yang ringan dan dekat dengan keseharian maka pesan yang dibawa dapat dengan mudah ditangkap oleh penonton.

ONROP! –yang jika dibalik arah membacanya menjadi PORNO– bercerita tentang kehidupan masyarakat Indonesia yang penuh dengan peraturan moral yang ketat sehingga menenggelamkan arti kebijakan dan cinta. Juga digambarkan bagaimana hipokrisi atau kemunafikan merupakan hal yang tak terpisahkan dari ketatnya peraturan moral tersebut, seperti suap-menyuap dan pelecehan seksual yang dilakukan oleh para “Polisi Moral.”

ONROP! mengangkat dengan tepat bagaimana cara pandang moral yang berlaku saat ini di Indonesia, yang dipersempit hanya dalam hal-hal yang dikategorikan sebagai porno, telah menempatkan perempuan sebagai pihak yang bersalah dan dianggap memicu penurunan moral masyarakat. Perempuan disalahkan karena memakai rok yang tidak sampai menyapu lantai dan karena berada di luar rumah di malam hari. Peraturan moral ini pun melarang orang untuk mengatakan hal-hal yang dianggap tabu atau ‘porno’, seperti ‘telanjang’, ‘penis’ dan lain-lain, sehingga orang harus mengganti kata-kata ‘porno’ tersebut dengan ‘ho-oh’.

Penyajian drama musikal a la pertunjukan Broadway yang dibawakan oleh ONROP! ini dengan kerennya menunjukkan bahwa Indonesia tidak kekurangan orang-orang berbakat di bidang seni. Sepanjang kurang lebih dua jam penonton disajikan penampilan yang mempesona dan penuh stamina dari para artis yang menari, menyanyi dan sekaligus berakting! Luar biasa! Eko Supriyanto –yang pernah menjadi koreografer dan penari untuk Madonna– membuktikan kepiawaiannya kepada penonton dengan tarian-tarian yang dinamis dan nggak membosankan.

Rasa salut saya yang luar biasa kepada para pendukung ONROP! karena jelas pertunjukan semacam ini memerlukan latihan dan kekompakan antara tim yang tampil di atas panggung, di depan panggung (para pemusik dan paduan suara), dengan tim yang bekerja di belakang pangung: para penata lampu, perancang busana, teknisi pangung, penata suara, dan lain-lain, yang menurut saya nggak kalah dengan pekerja seni di Broadway sana (kebetulan saya pernah menonton satu pertunjukan Broadway, jadi lumayan lah punya referensi).

Tak kalah pentingnya para pemusik yang sudah memanjakan telinga penonton dengan permainan yang oke. Mereka ini berasal dari Nusantara Symphony Orchestra dan Rhythm Section. Saya terlebih suka dengan tema musiknya yang nge-jazz-swing, membuat drama musikal ini jadi bernuansa anak muda banget! Bravo buat Aghi Narottama, Bemby Gusti dan Ramondo Gascaro. Paduan suaranya pun nggak kalah oke!

Ah, rasanya nggak habis-habis saya ingin memuji ONROP! musikal. Bukan saja karena ONROP! sudah berhasil membuat saya tertawa terpingkal-pingkal dengan parodinya yang nggak murahan, namun yang lebih penting lagi ONROP! menyegarkan kembali seni pertunjukan Indonesia sekaligus membuktikan bahwa Indonesia bukan saja kaya raya alamnya tapi juga bakat masyarakatnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s