ramadhan lagi

Insya Allah, jika Allah SWT mengijinkan, mulai besok dan seterusnya kita akan memulai ibadah puasa. Seperti sebelum-sebelumnya, gue nggak punya ekspektasi atau ambisi yang berlebihan bahwa gue akan bisa menunaikan ibadah ini dengan sempurna. Iman gue nggak terlalu kuat nahan godaan. Disodorin coke dingin di siang bolong aja langsung batal. Ada yg mau nraktir aja langsung ayo. Ini bukan soal daya tahan menahan lapar dan dahaga, kalau itu sih cemen. Ini masalah hati aja yang gampangan. So gue cuma berdoa semoga kali ini lebih diberi ketabahan dan kesabaran, aamiin ya rabbal ‘alamiin.

Namun seperti sebelumnya, gue selalu well-prepared dengan perangkat-perangkat pendukung ibadah –terlepas apakah pada akhirnya segala perangkat itu didayagunakan. Buat gue, yang penting ada dulu itu barang. So, Al Qur’an baru sudah dibeli, bagus banget cetakannya, dan sudah ada terjemahannya. Yah, semoga bisa dengan rutin gue baca. Mukena kecil yang handy dibawa ke mana-mana juga udah tersedia. Jadi nggak ada alasan untuk nggak beribadah secara optimal. Hehhehee.

Seperti biasa pula, sebelum Ramadhan gue pasti berefleksi. Yah nggak terasa tahun 2014 udah berjalan hampir setengahnya. What have I achieved? Well, cukup banyak kayaknya, terutama di urusan kerjaan. Lumayan lah gue pikir kontribusi gue untuk kemajuan organisasi, tinggal ditingkatkan terus.

What about personal life? Well, what can I say? Gue senang temen-temen terdekat gue sekarang ngumpul semua di Jakarta, nggak kayak tahun lalu yang rada tersebar –ada yg kerja di Timor Leste dan ada yang sekolah di Scotland. Kata temen gue, maunya gue kebanyakan, jadi universe bingung mana yang mau dipenuhi. Gue mau sering travelling, gue mau lanjut sekolah (ya, ya, ya.. gitu aja terus dari 10 tahun lalu hahahhaa), gue mau umrah, gue mau mengumrahkan bokap and nyokap (kayaknya beliau berdua kangen ke Mekkah setelah naik haji berpuluh tahun lalu).

Err.. what about the single life? Well, at this point gue nggak terlalu mikirin itu. Gue masih kapok dengan my late relationship yang cukup lama dan cuma ngabisin umur aja. So untuk yang satu ini gue nggak nyari, nggak usaha. Seketemunya aja. Surprise me, universe! Hahaa.. Begini aja udah banyak yang berpraduga ke gue. Misunderstood. Emang kadang kalo terlalu ramah atau baik ke orang bisa jadi salah paham. But well, again, what other people think or feel about me is not my responsibility. Keep being kind anyway.

Kadang kangen juga ngerasa galau beneran –memellowkan diri (hahha apaan tuh, asbun!), cari masalah, cari gara-gara. Gak mempan! Nggak galau juga. Yah, Rumi said ‘You have to keep breaking your heart until it opens‘. But my heart apparently is too bebal to be broken. Ya sudahlah. I am continuing this journey-of-breaking-the-heart anyway.

Jadi, gue cuma berharap Ramadhan ini bisa jadiin gue orang yang lebih baik di mata Allah SWT, jadi orang yang selalu bersyukur atas segala limpahan kasih sayang Allah yang tak terhingga. Aamiin.. Insya Allah.

So, akhir kata, Bismillahi Rahmaani Rahiim. Marhaban Ya Ramadhan!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s