mimpi

Kata orang, mimpi itu bunganya tidur….jadi seolah-olah berarti positif. Padahal mimpi itu sebenernya negatif, menurut gue. Mimpi itu kan berasal dari pikiran bawah sadar kita. Kalau kita bermimpi artinya pikiran kita atau otak kita tidak sepenuhnya beristirahat. Masih ada proses berpikir yang terjadi –walaupun di bawah sadar.

Malem minggu yang lalu, berkumpul dengan teman-teman alumni chingbarane tuttekdung, dan sampai ke topik obrolan soal mimpi. Dan jenis mimpi yang kita obrolin ini bukanlah mimpi yang muncul akibat perasaan bahagia atau senang hati yang kemudian menyebabkan otak kita terus menerus bekerja. Sebaliknya, cerita mimpi ini lebih ke mimpi-mimpi yang diakibatkan oleh perasaan yang tertekan.

Temannya teman gue yang sedang hamil dan stress mau ujian bahasa Inggris, tiba-tiba bermimpi kedatangan orang tua yang mengatakan bahwa anaknya kelak akan jagoan grammar. Ha..ha..ha…lucu banget kan? Tapi coba baca yang satu ini. Teman gue yang satu lagi bercerita bahwa saking streesnya dia menghadapi ujian mata kuliah Calculus dulu, dia sampai bermimpi dikejar integral. Hue..he..hhheee…Sumpah lucu banget! Kebayang kan, itu si integral yang bentuknya kayak ulet ket-ket itu mengejar-ngejar teman gue? Dia juga bilang bahwa [dy/dx] pun ikut mengejar-ngejarnya…HAHAHAHHAAA….Ini baru orisinil abesszzz!

Waktu lagi sibuk-sibuknya buka posko tsunami, gue juga pernah mimpi. Nggak jelas mimpinya apa karena gue nggak inget sampe sekarang. Yang jelas, waktu gue dibangunin sama temen gue, gue langsung loncat dan berseru,”Ayo kita mulai rapatnya!”