biduk, gelombang, dan matahari

Kutanya pada riak gelombang
Dari bidukku yang mengayun
Mengapa kau kejar matahari
Ketika dia mulai tenggelam
Dia hanya indah untuk dipandang
Bola jingga yang memukau mata
Membuatmu khilaf dalam lamunan
Tak bertepi, tak berbatas

Kutanya pada riak gelombang
Dari bidukku yang mengayun
Mengapa tak kau kejar matahari
Ketika ia naik dari ufuk
Sakit matamu jika memandang
Namun, rasakan saja
Itulah saat ketika dia berguna
Membangunkan sekujur raga
Tak tertapiskan, tak terhalangkan

Kutanya pada riak gelombang
Dari bidukku yang mengayun
Mengapa kau kejar matahari
Yang tenggelam
Ketika bidukku menghindar pukaunya
Kauhanya jadi penghalang
Memperlambat jalanku pulang
Dan membuatku kuyup
Tertampar riakmu
Yang melawan arah bidukku

[satu senja di laut jawa, agustus 2007]

seperti aang

Seperti Aang, Sang Avatar
Kuingin terbang
Kendarai angin
Ke negeri jauh
Tak berujung
Tak berbatas
Tak bertepi
Lintasi awan
Sebrangi langit
Bergurat jingga, sang surya
Terus….
Hingga hitam angkasa raya
Waktu berhenti
Dimensi tak ada arti
Aaahhhh…
Akankah…
Kapankah…
Bilamanakah…
Tanya..tanya..tanya..
Jawab..jawab..jawab..
Adakah…
Adakah…
Adakah…

Seperti Aang, Sang Avatar
Sejauh-jauh terbang
Menjejak akhirnya
Terima saja jalan cerita

nada

Tak..tik..tak..tik..
Jari menari mengetik-ngetik
Mata ke layar sebelas inch
Tapi dimana pikiran berada

Dak..duk..dak..duk…
Musik mampir di telinga
Kaki goyang ikut irama
Hati tak ikut serta

Entah apa, entah mengapa
Putih, polos, kosong
Ta’ada gurat, ta’ada bayang
Hanya sesak, membuncah
Menunggu muntah

*dimana ‘loooo???*

happy birthday, pancasila

hari ini
pancasila berulang tahun
yang ke lima-puluh-dua,
katanya

bahagia-kah ia?

ketika keesaan tuhan ditentukan oleh negara?
dan manusia kehilangan kemanusiaannya?
lalu persatuan diartikan sebagai penyeragaman?
juga kerakyatan diatasnamakan oleh segelintir yang berkuasa?
dan keadilan sosial adalah utopia?

anyway, happy birthday!
semoga aman damai adil makmur sentosa sejahtera
amiin

*apalagi yg bisa kubilang, toh?*

chronic idiot

i run a thousand miles
a million miles
a billion miles
tens of billion miles
and a billion more
but you’re not there
you hide behind your shadow
that’s a finger tip way

but i’ll keep running
a thousand miles
a million miles
a billion miles
tens of billion miles
and some billion more
only if you’re there
unmask whatever you’ve put on

otherwise i’ll stop
sit still
freeze

*at the last sip of a glass of arak attack*

apakah

apakah kamu, sayangku?

secangkir kopi di pagi sibukku?

cemilan sore penghilang kantukku?

cerita malam pengantar tidurku?

yang lelap tanpa mimpi?

lalu,

apakah aku, sayangku, bagimu?

penyegar di tengah rutinmu?

tempat lari dari nyatamu?

pembiar ego terdalammu?

yang lepas tanpa batas?

tapi,

kamu buatku, atau aku bagimu

tak penting jadinya

karna orang bijak pernah berkata

masa lalu tak bisa diubah, mengapa lah disesali

dan masa depan tak dapat diduga, usah lah dirisaukan

kekinian lah yang utama, nikmati saja