sunda kelapa from my eyes

I had been wanting to go to the traditional harbour of Sunda Kelapa, but plans made always failed. So when a friend who took me for a photowalk changed his mind about where he wanted to go, and got us to Sunda Kelapa instead, there was no reason for me to say no. So there…

mount prau: another love story

This post is long overdue. I should have written it a couple of months ago, but you know, there have always been more urgent things to do, or in my case, more “urgent” things to share. Yeah, this is how my scattered mind works –always jumping from one thing to another. Anyway. This trip was…

the journey of breaking the heart

You know, i call travelling –especially to a new exotic place, a journey of breaking the heart. It is because everytime i go places i’d fall in love with them! And by the time i try to get to know the place deeper, it is also the time i must go. So for me it…

rinjani day 4-5: segara anak & senaru

Hari keempat perjalananku mengunjungi Anjani. Ketika bangun matahari sudah tinggi. Nyenyak sekali aku tidur semalam. Itulah tidur ternyenyakku selama berjalan-jalan di sini, karena hari sebelumnya memang hari super lelah buatku –bisa dikatakan aku berjalan secara total kurang lebih 15 jam, mendaki, merangkak, berseluncur, menuruni tebing, dan sempat pula manjat-manjat karena ada jalur yang putus. Ketika…

rinjani day 3: menuju segara anak

Meninggalkan puncak Anjani, matahari sudah tinggi dan hari sudah terang, walaupun hari masih pagi. Saat itu sekitar jam 09:00 waktu setempat. Walaupun ketika aku naik kulihat orang begitu mudahnya berseluncur turun dari puncak, aku tak begitu saja kemudian mengikuti cara mereka. Ketakutanku hanya satu, bagaimana kalau aku meluncur kebablasan terus sampai ke jurang? Hii..ngeri membayangkannya….

rinjani day-3: muncak

Agustus adalah bulan favoritku, karena di bulan inilah aku dilahirkan. Dan istimewa banget bulan Agustus kali ini, karena diawali dengan mendaki salah satu gunung terindah di Indonesia. Malam itu aku tidur tidak terlalu nyenyak, karena udara yang dingin, dan mungkin juga karena hati yang excited menjelang waktu-waktu muncak. Yup, jam 02:00 nanti grupku akan memulai…

rinjani day-1&2: sembalun

Pagi jam 09:00 tanggal 31 Juli, grup kami sudah bersiap. Setelah melapor ke Pos Sembalun, kami pun memulai perjalanan. Perjalanan dari Sembalun menyajikan padang savana terbuka yang menghijau-kuning keemasan. Dinginnya udara –karena Sembalun berada di dataran tinggi, bercampur dengan teriknya matahari pagi yang tanpa malu-malu bersinar, serta langit biru bersih tanpa awan menambah keindahan pemandangan,…

rinjani, i’m addicted to you

Banyak pendaki Indonesia bilang: Jangan mati dulu sebelum pergi mendaki Rinjani! Sudah sejak lama Gunung Rinjani menjadi semacam cita-cita bagi para pendaki gunung, paling tidak mendakinya sekali seumur hidup. Bagiku sendiri, Rinjani menjadi semacam what’s next yang logis setelah perjalanan mendaki Gunung Kerinci. Yah, kalau bukan Rinjani, Semeru lah.. begitu keinginanku. Maka ketika seorang temanku…

nyarai

Di akhir minggu yang lalu aku punya kesempatan untuk mengunjungi satu tempat yang sangat amazing –bukan hanya karena keindahan tempatnya, tapi juga karena effort yang diperlukan untuk mencapai tempat tersebut lumayan berat juga. Ceritanya, setelah tiga hari melaksanakan tugas di Padang, aku sengaja extend 3 hari untuk mengunjungi beberapa tempat di Sumatera Barat. Awalnya tujuanku adalah melakukan…

kerinci i’m in love, part-2

Esok paginya, tanggal 31 Desember 2013, kami bersiap lagi melanjutkan perjalanan. Tujuannya adalah langsung ke Shelter-3 –perhentian terkahir sebelum perjalanan menuju puncak dan atap Sumatera. Kali ini, aku bergabung dengan grup kecil para pendaki gaek yang happy happy joy joy dan selalu bercanda sepanjang perjalanan. Grup ini juga adalah grup sweeper, artinya grup paling belakang…

kerinci i’m in love, part-1

Confirmed, aku sekarang jadi junkie gunung! Setelah terakhir naik gunung di tahun 2011, Gunung Gede, kembali aku ditawari naik gunung di akhir tahun 2013 lalu. Tawaran itu datang dari temanku yang berdiam di Jambi. Dalam salah satu obrolan kami ketika dia berkunjung ke Jakarta, ndilalah obrolan ngalor ngidul sampai ke topik cerita-cerita perjalanan. Dan dia…

a nightmare in time

“How can I say I would have behaved differently? Would I have had the strength to refuse to kill, if the penalty was my own death?” ~ Chum Mey, a survivor of the Khmer Rouge Genicide