film: ‘curse of the golden flower’

 curse3.jpg

Directed by: Zhang Yimou

Rate: *****

Kesan yang didapat dari 5 menit pertama menonton film ini adalah: banyak toket berarakan :p (meminjam istilah temanku). Namun, despite pemandangan yang kadang bikin aku cemas dan berdoa, “..semoga itu kemben enggak melorot”, keseluruhan film ini benar-benar menunjukkan bahwa kualitas sepadan dengan biaya –yang konon katanya merupakan yang terbesar dalam sejarah perfilman China, mengalahkan The Promise (yang by the way cukup kalah jauh secara kualitas dibandingkan dengan CGF, menurutku).

Gong Li dan Chow Yun Fat juga menunjukkan kelasnya. Seperti dalam film The Memoirs of the Geisha, di CGF ini acting Gong Li amat sangat nendang. Kuerrreeeennnn lah pokoknya. Dan Chow Yun Fat (siapa sangka dia adalah orang yang sama yang memerani film God of Gamblers yang kocak banget itu) berhasil menghidupkan karakter raja bengis dan dingin yang bahkan tak berkedip melihat anaknya bunuh diri akibat dirinya.

Seperti film China klasik pada umumnya, CGF pun bercerita tentang dendam dan pembalasan dendam. Dan baru kali inilah (sependek ingatanku) ada penggambaran peribahasa ‘bagaikan makan buah simalakama’ dalam sebuah film, yaitu apa yang dihadapi oleh pangeran Jai (yang keren itu ehem…) –bunuh ayah atau membiarkan ibu mati perlahan-lahan?

Plot yang dibangun pun rapi dan seringkali unexpected, seperti apa yang dilakukan si putra bungsu yang tak disangka-sangka dengan teganya membunuh sang putra mahkota, pangeran Wan –kakak sulungnya, hanya karena merasa tidak diperhatikan oleh orang tuanya. Dalam hal ini pakem kisah-kisah detektif seperti dalam novel Agatha Christie dipakai: beware of the ones that are least noticed or the weakest among the pack, and  expect the unexpected.

Kalau film Kill Bill membungkus sadisme dengan humor yang gelap, maka CGF menyajikan sadisme dalam kemegahan dan keindahan yang colorful.

Seperti Crouching Tiger Hidden Dragon, Hero, dan Fearless yang merupakan film-film China favoritku, CGF juga masuk dalam kategori film yang wajib ditonton. Awesome!

One Comment Add yours

  1. aju says:

    iseng komen aahh..
    perhatiin gak..waktu scene akhir2..ada satu orang pendukung yang gak pede tuh..waktu berjajar pake kemben..huahahaha…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s