my running diary: first 5k in 30 minutes

  
As an on/off runner I have nothing to be proud of. Since i start running more regularly in 2013 I always missed my target on the time planned. for example, I missed the target to reach my first 10k on time, although I finally reached it long time after. Thanks to my running buddies who accompany me in Senayan at that time. 

One of my long-pending targets was to reach the 5k within 30 minutes. It means I have to be able to run as fast as 6 minutes per kilometer (or runners usually say it as “pace 6”). Concerning my average pace had never moved from 8 or 7 and my on/off running habit, reaching the 5/30 seemed quite impossible for me –hence I forgot it.

Because of Ramadhan, I stopped doing the run this year during the fasting month–although last year the fasting did not stop me. But after Idul Fitri, I felt my muscles and body craved for some exercises. It is true what people say that exercises make you addicted. So, last Sunday, together with some friends from college time I did my first run after Id. I could only reached 2k that morning. Well, everything needs adjustments after hibernating for some time, including our body.

Like before, after running I felt refreshed, so I made promise to myself that I will be more committed this time. So last night, again I did my evening run. A friend from the office accompanied me. I infected him to start running, by the way. Hehehee.

So we run. He stopped after 10 rounds of the 400 meter track. I continued. I have said to myself that I won’t stop until 5k –it means at least 13 rounds. After finishing the run, I checked my running mobileapplication, and there it showed that I did 5/30!! And the last night’s run also set a new record as my fastest pace ever!

Pheww! I am so happy! 😄😄😄

the first 100k

20140619-162109-58869879.jpg

Yeiiyyy..!!! Akhirnya pagi ini gue mencapai 100 kilometer gue yang pertama! Walaupun itu dicapai dengan bits and pieces selama kurang lebih 10 bulan, tapi tetap gue puas bisa mencapainya.

Hampir setahun yang lalu gue memulai kebiasaan jogging atau lari secara lebih rutin di pagi hari, setelah gue tahu ada satu tempat di dekat rumah yang bisa dijadikan jogging track. Tempat itu adalah jalan masuk ke kompleks perumahan baru yang sedang dibangun, yang lokasinya tepat di depan rumah gue.

Jogging track ini menyediakan track yang cukup lengkap dengan adanya tanjakan dan jalan mendatar. Di kanan kirinya pun masih berupa semak belukar serta pepohonan yang memastikan ketersediaan udara bersih yang kita hirup selama berlari. Jika kita datang cukup pagi, sebelum jam 05:30, kita bisa menyaksikan perubahan warna langit saat matahari perlahan-lahan mulai terbit.

Dengan situasi semacam itu, nggak heran kemudian mulai banyak orang yg berdatangan di pagi hari ke ruas jalan itu untuk berolah raga; ada yang jogging, jalan cepat, atau jalan santai bagi bapak-bapak dan ibu-ibu manula seumuran orang tuaku.

Entahlah apa jadinya jika kompleks perumahan itu sudah dibuka, apakah kami harus kehilangan jogging track favorit kami?

there’s always reason to run

Seperti yang pernah aku singgung sekilas di beberapa postingku sebelumnya, aku sekarang menggilai lari. Selain untuk alasan kesehatan fisik seperti melatih kelenturan otot, kekuatan jantung, memperlancar aliran darah, melatih pernasafasan dan mempertinggi ketahanan stamina tubuh secara keseluruhan, lari atau lebih kerennya jogging juga berguna untuk menenangkan pikiran dan membersihkan isi otakku yang seringkali penuh.

Kesadaran untuk secara serius berolahraga dilatarbelakangi beberapa orang kawan dekat yang telah dipanggi lebih dulu oleh Allah yang Maha Baik ke rumah-Nya. Rata-rata mereka ini mengalamai sakit yang diakibatkan oleh parahnya pola makan dan kurangnya berolahraga. Walaupun umur itu adalah wilayah prerogatif mutlak dari Dia yang tak dapat diganggu gugat, wajiblah kiranya kita hamba-hamba Allah ini menjaga kesehatan jiwa raga kita. Ini pun aku percayai sebagai ibadah, yaitu menjaga dengan baik segala ciptaan dan karunia yang diberikan-Nya kepada kita. Bukankah tubuh kita juga punya hak untuk menjadi sehat dan tidak dianiaya melampaui daya tahan dan daya dukungnya? Iya, seperti alam dan lingkungan yang sering kita bicarakan.

Walaupun tak rutin setiap hari kulakukan, setidaknya dalam satu minggu aku lari satu hingga tiga kali. Dan Alhamdulillaah kebiasaan ini memungkinkanku untuk melakukan banyak hal lainnya, seperti naik gunung api tertinggi di Indonesia, atau hiking non-stop di salah satu kawasan perbukitan Bukit Barisan di Sumatera Barat. Semuanya Alhamdulillaah terjadi tanpa kurang suatu apa.

Sejauh ini, catatan lariku sudah mencapai 76,12 kilometer, dengan kecepatan rata-rata 8 menit 43 detik perkilometernya. Not bad, yah? Aku berkeinginan sebelum ulang tahunku di bulan Agustus, aku sudah berlari sampai 100 kilometer. Aamiin. Insya Allah –jika Allah mengijinkan. 

Image

Image